Showing posts with label article. Show all posts
Showing posts with label article. Show all posts

Thursday, December 18, 2008

3D Movies

Suatu film dapat dikatakan sebagai film 3D dapat dilihat dari beberapa sudut pandang. Biasanya yang dikatakan film 3D adalah film animasi yang menampilkan grafik2 bersifat 3D, seperti Toy Story, Shrek, Bug's Life, sampai film-film teranyar seperti Bolt dan Madagascar 2.

Selain itu, bisa juga yang dikatakan sebagai film 3D adalah film yang menggunakan teknologi khusus dalam menampilkan gambar, sehingga penonton dapat merasakan efek yang lebih *hidup* dari film tersebut. Tentunya kita masih ingat serial Remi yang waktu itu tayang di RCTI. Sewaktu itu para penonton `dihasut` untuk membeli kacamata 3D supaya bisa melihat tayangan tersebut dengan efek wow. Selain itu, ada juga miniseri komedi seperti likalikulakilaki, sampai Anak Ajaib yang menggunakan teknologi tersebut. Pada saat itu saya tidak berhasil memanfaatkan si kacamata, karena kok rasanya sama aja ya dibandingkan dengan tidak pakai kacamata sekalipun? hehe..



Beberapa pekan yang lalu, ada seorang teman yang mengajak saya untuk nonton film Journey To The Center of The Earth 3D. Terus katanya untuk nontonnya perlu pake kacamata 3D. Gw cukup excited, karena baru denger bahwa di Indonesia ternyata ada juga ya yang nontonnya perlu pake kacamata 3D, hehe. Walau begitu, gw rada pesimistis. Jangan2 hampir sama aja kayak yang di tipi-tipi.

Karena penasaran, saya pun akhirnya ingin mencoba untuk menonton film 3D, di mana yang sedia tayang pada saat itu adalah JTCE dan Bolt. Saya akhirnya memilih Bolt, karena film tersebut memperoleh review yang bagus dimana-mana.. hehe.. Terus dari mana dapat kacamata 3D nya? Seluruh penonton dipinjamkan kok, jadi tenang saja, dan tetap berdoa semoga pemakai kacamata yang sebelumnya tidak sedang terkena virus mata.

Begitu film dimulai, saya coba untuk tidak memakai kacamata 3D terlebih dahulu. Sapatau sama aja. Eh ternyata, film tersebut memang harus ditonton dengan kacamata 3D. Kalo engga, bakalan pusing banget.. Filmnya burem paraaaah.. Kalau kacamatanya digunakan, baru terlihat begitu hidup dan nyata. DAHSYAT!! Gw sampai merasa menjadi anak-anak lagi. hahaha.. Amazed nontonnya.. hehe..

Di Jakarta (atau mungkin Indonesia) sendiri, baru bisa ditonton di Plaza Senayan XXI dan Studio XXI @e'X. HTM nya sendiri lebih mahal dibanding film yang biasa, yaitu dua kali lipatnya. Cukup wajar sih, soalnya untuk menayangkannya perlu proyektor khusus. Dan yang perlu diperhatikan kalau mo nonton sama anak kecil, film tersebut tidak ada subtitles nya.. Tapi ngeliat gambarnya saja sudah sangat menyenangkan kok, hohoho..

Huwah, pengen lagi nih nonton film 3D, sampe search2 di Internet dan gw dapatkan film 3D yang akan rilis tahun depan.

Ohya, kalo film 3D IMAX itu kayak gimana ya? Dan kenapa teater IMAX di Indonesia cuma ada di Keong Emas TMII? Hmmm....

Saturday, December 13, 2008

Merk yang sudah dianggap sebagai jenis benda

Sebenernya sih yang bener itu 'Merek', bukan 'Merk'.. Tapi suka merasa jengah aja karena beberapa orang menyebutkan kata 'Merek' dengan /mérék/(seperti pada kata pepes), khan bisa menimbulkan tafsiran yang menyeramkan, hehe..

Lagi pengen me-list merk apa aja yang sudah begitu menyatu di kepala, sehingga diasosiasikan dengan jenis benda tersebut.

Contoh:
Pasta gigi, disebut dengan ucapan Odol. FYI, Odol kabarnya adalah nama merk yang terkenal jaman dulu, cuma sekarang sudah tidak diproduksi lagi.
Eh eh, setelah googling, kayaknya masih produksi cuma udah ga masuk ke Indonesia. Ini websitenya.

Snack, yang disebut dengan Chiki.
Popok bayi, yang disebut dengan Pampers.
Air minum dalam kemasan, yang disebut dengan Aqua.
Mie instan, yang disebut dengan Indomie.
Pembalut wanita, yang disebut dengan Softex.
Pembunuh serangga, yang disebut dengan Baygon.
Deterjen, yang disebut dengan Rinso (untuk sebagian orang).
Bahkan denger2, petromaks juga nama merk lampu templok. w000t!!

Hmm, apa lagi ya kira2?

Tambahan dari Pandows:
Correction fluid, yang disebut dengan Tipp-Ex. *damn! bahkan gw bingung membahasakan correction fluid. Cairan untuk membenarkan? :P*
Highlighter, yang disebut dengan stabilo.
Kertas tempet kecil2 *atau apapun itu namanya*, yang disebut dengan Post-it.

Hmm, gw jadi curiga kalo Pandu ngurusin bagian ATK. hahahaha

Wednesday, December 03, 2008

Qurban

Berkurban dalam pandangan Islam adalah perbuatan yang sangat dianjurkan. Kurban termasuk sunnah muakkadah. Artinya bukan sekedar sunnah (sebaiknya dilakukan) namun sangat baik dilakukan. Imam Nawawi mengatakan, berkurban lebih afdhol dari sekedar sunnah (Al Majmu', VIII hal. 341)

Kurban adalah hewan (berupa unta, sapi, atau kambing) yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ayat Al Qur'an di bawah ini menjadi dasar syariat penyembelihan hewan kurban.

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah." (Al Kautsar 1-2)

Ibnu Jarir mengartikan ayat tersebut sebagai berikut : "Jadikanlah shalatmu ikhlas hanya untuk Allah semata dengan sama sekali tidak mengharapkan kepada selain daripada-Nya. Demikian juga kurban yang kamu tunaikan, niatkanlah hanya untuk Allah, tidak untuk berhala-berhala, sebagai realisasi syukur atas apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu yang tak terhingga banyaknya."

Nah, untuk berkurban sendiri bisa dilakukan dengan berbagai cara, umumnya adalah ke masjid terdekat atau ke tempat penjual hewan kurban. Salah satu alternatif adalah dengan mengikuti program THQ (Tebar Hewan Qurban). Adik saya sendiri telah mengikuti program ini dari beberapa tahun lalu, dan bahkan sudah pernah saya tulis di postingan ini.

Selain itu, khususnya untuk tahun ini, harga yang ditawarkan oleh THQ tersebut sangatlah bersaing.. Seperti yang dapat dilihat di beberapa website seperti okezone, kompas, dan lain-lain. Harga kambing ukuran standar saat ini berkisar antara 900K - 1 juta rupiah. Sedangkan di THQ harganya hanya 770K rupiah. Keadaan yang sama terjadi dengan harga sapi. Mungkin salah satu penyebabnya adalah THQ memberdayakan peternak-peternak lokal yang dekat dengan tempat tujuan penyaluran kurban, sehingga biaya distribusi bisa ditekan.

Nah, kalo punya kelebihan rizki, yuk kita berkurban.. :)

Thursday, October 02, 2008

no porn please

Terjemahan dari sini.. karena saya sangat tidak setuju bagi mereka yang mengatakan "porn is okay" dengan alasan apapun.. yang saya tulis di sini adalah salah satu contoh artikel yang tidak setuju terhadap porn, dan dari sumber yang ilmiah dan reliable (u can googling those names if u want). well, tapi ini tidak berhubungan dengan (R)UU anti-pornografi ya. Saya sendiri belum mendalami isi (R)UU tersebut.. Mudah-mudahan artikel atau terjemahan berikutnya bisa diposting dalam waktu tak lama.. (I'm not sure, hahaha)

---------------------------------------------------------------------------------------------

Dalam sebuah episode serial Friends yang berjudul ‘The One with Free Porn’, Chandler dan Joey merasa senang dengan adanya saluran TV porno gratis. Saluran tersebut selalu mereka tonton tanpa henti karena khawatir bahwa saluran tersebut takkan berlangsung lamar. Kemudian, Chandler yang sedang terkejut berkata pada Joey, “ketika saya berada di bank, dan ada seorang teller yang sangat cantik, dan dia tidak meminta saya untuk melakukannya di kolong”. Joey pun mengalami hal yang sama dengan seorang wanita pengantar pizza. “Kau tau?” Chandler menyimpulkan. “Kita harus mengenyahkan porn

Yang dimaksud oleh Chandler adalah satu hal, namakan saja porn factor. Dahulu, pornografi dapat dilihat secara tersembunyi di newsstand remang-remang atau teater dewasa, tetapi sekarang pornografi ada dimana-mana. Kita dapat menemukan di internet, terkadang tanpa diinginkan, terkadang diforward seseorang dgn penuh kesadaran. Hal tersebut merangsang dibuatnya saluran tv kabel dewasa dan layanan menurut permintaan (seperti pay-per-view reality show yang berjudul Can You Be A Porn Star? di USA). TV cable reguler bahkan sudah terpengaruh, contohnya adalah tayangan serial dokumenter HBO yang berjudul Pornucopia: Going Down in the Valley. Hal ini mengkhawatirkan dilihat dari berbagai aspek, seperti mempengaruhi hubungan baik jangka panjang atau pendek, membentuk kembali ekspektasi mengenai seks dan citra tubuh, dan yang paling mengkhawatirkan dari semuanya, mengancam cara anak belajar tentang seks.

Dalam tahun-tahun belakangan ini, sejumlah psikolog dan sosiolog telah bergabung dalam arus para pemuka agama dan politik yang biasanya menjadi lawan mereka dalam hal efek pornografi. Mereka berargumentasi bahwa porn mentransformasi seksualitas, dan bahkan relationship. Pakar mengatakan pria yang secara rutin melihat porn dapat mengembangkan ekspektasi yang tidak realistis terhadap penampilan dan kelakuan wanita, mengalami kesulitan dalam membentuk dan menjaga relationship, dan susah merasa terpuaskan secara seksual. Didukung kombinasi dari akses, anonimitas dan kemapanan, online porn telah melambungkan konsumsi pornografi secara umum: menggaet penonton baru, mendorong fans lama untuk semakin terjerumus, dan meningkatkan konsumsi dari materi soft-core ke hard-core. Cyberporn bahkan menghasilkan bentuk baru dari sexual compulsiveness. Menurut Alvin Cooper, yang mengkonduksi seminar tentang kecanduan cybersex, 15% dari penikmat online-porn mengembangkan kelakuan seksual yang mengganggu hidup mereka. “the internet adalah crack cocaine dari kecanduan seksual,” lontar Jennifer Schneider, co-author dari Cybersex Exposed: Simple Fantasy or Obsession?

Walaupun begitu, sebagian besar pengguna mengatakan sex online adalah nothing more than good (if not quite clean) fun!. Menurut survey online tahun 2001 pada 7037 orang dewasa, 2/3 dari mereka yang mengunjungi situs web yang mengandung materi seksual mengatakan aktivitas internet mereka tidak mempengaruhi tingkat aktivitas seksual mereka terhadap rekannya. Mayoritas besar dari responden (85-90%), menurut Cooper, dinamakan “recreational users”, orang yang melihat pornografi karena penasaran atau iseng.

Pertanyaannya adalah, dapatkah pemakaian yang hanya bersifat rekreasi bersifat tidak sehat? Studi online pada tahun 2003 menemukan bahwa semakin banyak pornografi yang dilihat orang, semakin besar kemungkinannya mereka akan mendeskripsikan wanita dalam term seksual dan mengkategorisasikan wanita dalam peran gender tradisional. Mark Schwartz, mengatakan porn tidak hanya menyebabkan pria untuk menjadikan wanita sebagai obyek– melihat mereka sebagai kumpulan dari breasts, legs and buttocks – tapi juga membawa kepada ketergantungan terhadap gambaran seksual sebagai perangsang. “pria menjadi seperti komputer, tidak bisa dirangsang dengan manusia yang berada di sisinya.”

Psikolog lainnya lebih toleran. Sebagian besar pria menggunakan pornografi dengan rahasia, dan selama itu tidak mempengaruhi hubungan mereka, beberapa mengatakan bahwa itu adalah OK. “jika klien menikmati kegunaan yang sehat dari pornografi tanpa sepengatahuan istrinya, saya akan menyarankan dia untuk tidak mengatakan pada istrinya, kata psikiater Scott Haltzman. Walaupun begitu, banyak terapis mengatakan kelakuan seperti itu menciptakan pelanggaran kepercayaan. Pasangan sering melihat porn sebagai pengkhianatan atau bahkan zina. Reaksi tipikal ketika seorang wanita menemukan kebiasaan suaminya adalah terkejut dan mengatakan “berani-beraninya dia?”. Menurut terapis Lonnie Barbach, banyak wanita akan “merasa mereka tidak cukup baik”. Jika tidak, mengapa partner mereka akan mencari porn?

Terkadang pornografi menimbulkan perceraian. Pada pertemuan American Academy of Matrimonial Lawyers tahun 2003, 2/3 dari 350 pengacara perceraian yang hadir mengatakan internet memiliki peran signifikan dalam perceraian di tahun tersebut. Minat yang berlebih pada online porn berkontribusi pada lebih dari setengah kasus2 tersebut. “hal ini secara jelas berhubungan dengan internet”, kata Richard Barry, presiden dari asosiasi tersebut. “pornografi hampir tidak memiliki peran dalam perceraian pada 7 atau 8 tahun yang lalu”

Tetap saja, terapis pasangan terkadang menyarankan pornografi sebagai cara untuk menyegarkan hubungan atau mencetuskan gairah. Secara meningkat, wanita menjadi permainan. Sosiolog Michael Kimmel telah menemukan bahwa tiap tahun semakin banyak mahasiswi yang setuju terhadap porn, yang dapat mencerminkan women’s increased sexual empowerment. Walaupun begitu, ia mengatakan “kelakuan mereka adalah mengejutkan bagi kita yang berpikir hal tersebut melemahkan kebebasan untuk membangun kehidupan seks seperti yang dilakukan pria”. Kuncinya, kata terapis, adalah konsumsi mutual yang seduktif untuk kedua pasangan dan media yang erotik dibandingkan pornographic. Sebagian besar mendeksirpsikan dengan cara ini: porn adalah membuat jadi objek dan erogatory, dan erotika lebih menggambarkan seks mutual yang memuaskan antara rekan yang setara. Yang lain mengatakan itu hanyalah masalah taste.

Masalahnya adalah, seringkali selera tersebut tidak dishare. Chii, seorang product manager di NYC, memberi toleransi pada kebiasaan pornografi pacarnya, tapi kekaguman si pacar terhadap tubuh-tubuh bintang porno seperti Jenna Jameson membuat Chii tidak nyaman, sehingga ia berencana untuk melakukan breast implants. “pacar saya mengatakan bahwa banyak pacar dari teman-temannya yang telah melakukan hal tersebut”, kata Chii. “Dia mengatakan pada saya, ‘bayangkan betapa indahnya tubuh yang akan kamu miliki!’ Saya tidak bisa menyalahkan dia terhadap preferensinya.”. Tapi Chii tidak yakin apakah operasi akan meningkatkan kehidupan seks mereka. “Dia cenderung untuk egois secara seksual,” katanya. “Saya pikir pornografi memiliki banyak peran dalam hal tersebut. Bagi dia, porn is easy”. Pengalaman Chii sangat tipikal, kata Aline Zoldbro, seorang terapis sex. Dia mengatakan penggunaan porn oleh pria seringkali mendistraksi mereka dari tugas untuk menyenangkan rekan dunia nyata mereka.

Porn tidak hanya memberikan ide buruk kepada pria; porn dapat memberikan anak-anak ide yang buruk pada usia pembentukan. Dulu, mungkin anak-anak sembunyi-sembunyi melihat national geographic untuk mencari naked aboriginals dan majalah Penthouse yang bersifat occasional di gudang, saat ini gambar pornografi mudah didapatkan dalam basis harian. Pada polling tahun 2001 oleh Kaiser Family Foundation, 70% dari 15-17 mengatakan mereka secara tidak sengaja mengakses online pornografi. Sedangkan remaja yang lebih tua lebih memerhatikan efek dari gambar2 tersebut: 59% dari 15-24 tahun mengatakan bahwa mereka percaya melihat porn di internet mendorong kawula muda untuk melakukan hubungan sex sebelum mereka siap, 49% mengatakan hal tersebut menyebabkan kelakuan yang buruk terhadap wanita dan mendorong pelihat untuk berpikir bahwa seks yang tak terlindung adalah OK. “Pornografi mempengaruhi manusia pada usia muda yang bertambah, “ kata sosiolog Diana Russell, yang telah menulis beberapa buku pada subjek tersebut. “ dan sayangnya untuk banyak anak-anak saat ini, pornografi adalah satu-satunya pendidikan seks yang mereka dapatkan.

Karena anak-anak belajar seks sejak dini, anak laki2 melatih diri mereka untuk merespon hanya kepada gambar2 bintang porno, dan wanita dapat belajar bahwa submission dan brazilian bikini waxes adalah kunci untuk menyenangkan pria. Studi saat ini menunjukkan adanya korelasi antara agresivitas yang meningkat pada pria dan ekspos terhadap pornografi, serta hubungan antara masa kecil dengan perilaku kekerasan seksual pada masa dewasa. “tidak mudah untuk membuatku terkejut”, kata Judit Coche, terapis yang telah menggeluti bidangnya selama 25 tahun. Tapi pasangan orang tua dari anak perempuan berusia 11 tahun menemukan anak mereka membuat situs pornografi karena hal tersebut dianggap ‘cool’ oleh teman-temannya. Dan kejadian seperti itu bertambah banyak setiap harinya. Jadi, rasanya tak berlebihan untuk mengambil kesimpulan yang sama dengan yang dibuat Chandler: kita harus mengenyahkan porn.

courtesy of Time Magazine

Friday, March 14, 2008

Telkomsel Poin

Pengguna Telkomsel, lekas ketik dan kirim ke 777
Kirim50[spasi]no_arya
Hohohohoho…

This is one of the Telkomsel facilities, which has existed for quite a long time, but seemed kinda neglected by some people. Yups, with Tsel poin, you can choose what kind of ‘prize’ do you prefer, between some points that will be drawed three times a year, or free sms, or free usage, etc.

Why I said that many people didn’t put so much attention about it? Because, most of my friends who’s using Telkomsel card even didn’t really know about it. Some of them asked me, “apaan tuh Ya? Baru denger..”.. Some of them said, “oooh.. kayaknya pernah tau.. yang ada gratis sms itu ya? Hmm, tapi pernah gw pake ga ya?”.

Huwah.. They’re college students!!.. I mean, in many stories, college students were known about their efficiency and kinda thrifty about financial condition. But even college students didn’t really care about Tsel poin, how about people that has a settled financial condition? I think most of them didn’t conscious AT ALL about this. And u know that Tsel has many members with good financial condition. This is because Tsel is the first cellular provider in Indonesia (CMIIW). And the first ones who used the cellphone were only people from middle-up class (u know that cellphones were really expensive that day). Even our recent mister president using KartuHalo (remember 0811 11 9949?).. and if u work in remote area (freeport may be?), using Tsel is almost compulsory. For them, that amount of Poin means nothing. But me, it’s mean everything!!! (engga laah.. gila aja.. :p)

Okay, may be Tsel had been advertising in TV, newspapers, and others media. But I think many people just saw it but just let it passin by. How many people have big expectation about ‘undian’ thing? This is because the ‘undian’ was the main point at every advertisement about Tsel poin, and there’s a little info about free sms or free usage.

I think Tsel has been takin advantages from this situation (although not significant). So, Telkomsel Users, what are you waiting? Use your point, RIGHT NOW!!!!

Visit http://www.telkomsel.com/web/tsel_poin

Friday, February 08, 2008

streaming

Ya ampun, judul postingan ini sangat amat tidak kreatif sekali.. Tadinya bahkan postingan ini hanya berjudul "hari ini" :| . Rasanya akhir2 ini gue kurang niat dalam mencari judul postingan. Atau dulu aja kali ya yang terlalu niat? hehe..

Nah, tadi pas lagi khutbah shalat Jumat di MUI (kepanjangannya adalah Masjid Ukhuwah Islamiyah, bukan Masjid Universitas Indonesia), diumumkan bahwa mulai pekan ini, khutbah Jumat bisa dilihat streaming lho, melalui http://streaming.ui.edu .. Nah, jadi bagi para akhwat bisa ikut khutbah nya jg dengan nonton via streaming.. oke khan?

nah, katanya sih kuliah umum MPK Agama Islam hari ini bersama Ustadz Quraish Shihab di MUI juga bisa diliat via streaming tersebut.. tapi, pas gw coba, entah gw yg emang dodol atau salah web atau salah apanya, yang pasti gw ga bisa menggunakan itu fasilitas..

Nah, satu lagi, saya baru tau kalo MUI itu punya web, yaitu http://mesjidui.ui.edu. nah, yang saya bingung, itu ko tulisannya mesjid ya? bukan masjid? humm....

tapi mah kalo ringkasan khutbah Jumat MUI, biasanya sih lebih lengkap di sini, hehe..

Wednesday, August 15, 2007

Poll Result: Laptop dan Produktivitas

Akhirnya polling ini ditutup jg.. kadang2 lupa sendiri kalo naro polling di blog :p..
Pertanyaan pollingnya adalah adalah:

Untuk Anda yang memiliki laptop, apakah produktivitas Anda meningkat
dengan memiliki laptop?

iya banget 54.43%
sama aja 20.25%
iya aja 21.51%
turun banget 3.79%
turun aja 0%
total responden: 79 (mudah2an distinct)

dan ternyata, lebih dari setengahnya berpendapat bahwa memiliki laptop dapat meningkatkan produktivitas.. apakah benar? atau jangan2 cuma perasaan si pemilik laptop saja? hehe..

hasil polling ini tidak bisa dijadikan acuan atau rujukan (ya iyalaah, lagian sapalagi yang mau ngejadiin rujukan :p)..

duh, jadi pengen beli. tapi nda ada duit T__T..

Thursday, August 09, 2007

Lateral Thinking

I knew this term from one of my friend.. He told me that lateral thinking is something quite important in work, esp for a non-techical job.. We need more than just a logical thinking.. Yeah, I'm really sure all of u know what logical thinking is ..

It is so important, that even many leading multinational company prefer fresh-graduate from another university/institute more than us, with 'lateral thinking' as the argument..

Lateral thinking is... Emmm, it's quite difficult for me to describe it.. But, may be we just can say it 'thinking outside the box'.. What it is? Hmm, may be the example below can explain it more clearly.. :)

A man and his son are in a car crash. The father is killed and the son is taken to hospital gravely injured. When he gets there, the surgeon says "I can't operate on this boy- he is my son!" How is this possible?

Jawabannya adalah si surgeon merupakan ibu dari anak laki2 tadi. Kebanyakan orang membayangkan surgeon adalah laki-laki.. Nah, kalo yg keseringan nonton sinetron (pointer ke gw :p), pertama2 akan mikir: "waaah, orang tuanya ga bener ni".. hehe.. padahal sama sekali engga..

may be u want to visit the page on wikipedia..
and this site contain several lateral thinking puzzles.. yang jawabnya gampang2 susah.. hehe..

Friday, June 08, 2007

bandwagon vs snob

Huhuhu.. Sepertinya gw lebih cenderung kena snob effect deh dari tingkah laku gw dalam memilih barang untuk dibeli atau dipakai.. Walau dalam beberapa hal spt musik lebih cenderung ke bandwagon sih.. Tapi tetep aja.. Hmm, sepertinya hal tsb harus diperbaiki. Kalo engga, bakal repot sendiri dslm pilih2 sesuatu T_T, seperti yang dialami sekarang..

Source: Wikipedia
The bandwagon effect is the observation that people often do (or believe) things because many other people do (or believe) the same.

The snob effect refers to the desire to own exclusive or unique goods. These goods usually have a high economic, but low practical value.

Hehe, inilah akibat punya sahabat anak FE, yang dikit2 ngomongin istilah ekonomi.. Dan gw ga mungkin mengeluarkan istilah komputer, berhubung pengetahuan komputer gw itu dodol, hehe..

Friday, February 16, 2007

Dedikasi

Dedikasi, atau dalam bahasa inggrisnya adalah dedication, menurut kamus princeton & webster mempunyai pengertian sbb:
# complete and wholehearted fidelity;
# commitment: a message that makes a pledge;
# commitment: the act of binding yourself (intellectually or emotionally) to a course of action;

hmm, ini sebenernya postingan mo curhat dan cerita2 aja. tapi gw tambah2in dikit biar lebih seru :p..

Jadi gini, beberapa hari yang lalu khan gw ketemu sama beberapa temen SMA. Dan biasalah, ngobrol2 bareng. Cerita ini dan itu. Terus ada seseorang teman, sebut saja si A, yang bercerita tentang pengalamannya di hari sebelumnya. Di hari itu, dia bangun kesiangan karena malemnya ga bisa tidur. Hal tersebut mengakibatkan dia baru bangun jam setengah 11 siang. Padahal, jam 11 dia ada janji dengan temannya di Depok. Btw, rumah temen saya itu di deket radio dalam. Okay, dalam setengah jam, mustahil bagi dia utk sampe Depok. Lalu, tanpa mandi dan makan, dia langsung berangkat ke Depok. Berhubung jumlah angkot dari rumahnya ke Depok itu minim, dia sampe bela2in naik taksi.. taksi tarif baru lagi.. dan itu mengakibatkan dia harus membayar uang 55ribu rupiah.

gw salut aja denger itu.. okay, kalo gw, yang akan gw lakukan adalah langsung menelpon orang itu ketika gw baru bangun, dan mengatakan bahwa gw akan telat sekian menit karena malemnya ga bisa tidur. tapi si A ini lain, karena bela2in untuk mengeluarkan uang dalam jumlah yg pastinya menurut dia jg tidak sedikit, untuk menepati janji ke temennya itu. dan akhirnya dia sampe depok jam 11 lewat sepuluh. ckckck, berdedikasi banget ya..

nah, ngomong2 tentang dedikasi, mo ngomongin lagi yaitu tentang masalah konfirmasi. yah, biasanya yg berhubungan dengan jarkom gt. Misalnya aja tentang suatu rapat. Salah satu hal yang paling menyebalkan adalah jika sebuah rapat secara mendadak dan sepihak dibatalkan. Padahal, kita udah menghabiskan waktu dan biaya untuk datang ke tempat tersebut. Ditambah lagi kalo maksud kita datang ke tempat tersebut hanya utk datang rapat. Kalo ada kegiatan lain yg bisa sekalian dikerjain sih mendingan. Tapi kl maksud hati cuma utk datang rapat?? Ugh, sangat2 menyebalkan.. Jadi, kl bisa, jika Anda jadi pemimpin rapat, datanglah on time, dan tentunya jangan membatalkan rapat secara sepihak dan tiba2. Kok harus datang on time? Kalo ga dateng on time, bisa aja udah ada anggota rapat yg dateng duluan, tapi melihat pemimpin rapat ga ada, biasanya keluyuran dl dan waktu mulainya rapat bisa molor banget. Kl dah ada pemimpin rapat, walau hal tsb masih mungkin terjadi, tapi setidaknya bisa diminimaliisir khan..

dan ada satu lagi, yaitu masalah SMS. masalah yang sangat klasik, yaitu: "ga ada pulsa". Dalam beberapa hal, masalah itu dapat dimaklumi. Tapi untuk hal2 lain yang sangat penting, hal tersebut sangat2 menyebalkan. Come on, terus kalo ga ada pulsa, emangnya ga ada cara lain ya? Mbok ya pinjem HP sapa gitu utk minta SMS. Atau pinjem account SMS gratis seseorang gt kl dia emang ga punya account sndiri. Usaha dikitlah.. Jangan kl ga punya pulsa, lepas tangan begitu aja. Untuk hal ini, gw salut banget sama orang2 seperti alida, sawie, dsb. kl emang ga punya pulsa, mereka usaha utk pinjem HP atau bagaimanapun itu caranya.. tp kl emang jg ga bisa, ya bisa dimaklumi..

huhuhu.. kok jadi emosi gini ya? hehe.. mungkin krn ada suatu rencana yang dipending, again.. I really hate it. ga suka kl pending2 sesuatu.. kl ga dimulai2, kapan selesainya??? udah tll banyak dipending ni..

udah, ah.. see ya!! ^^

Wednesday, February 14, 2007

Let's Take A Nap

Kemarin gw baca suatu artikel yg menarik, yang mengajak untuk menyempatkan diri untuk tidur siang sejenak. Mengapa? Ada 2 alasan utama:

1. Meningkatkan produktivitas [source article]
Well, membaca alasannya, gw cukup setuju sih. Karena kl udah ngantuk dan ga bisa mikir, produktivitas kita tentunya menurun dan seakan2 membuang waktu percuma. Bagus sih kl masih bisa mikir dan konsentrasi. Tapi kl udah ga bisa, katanya sih lebih baik untuk tidur dulu sebentar sehingga bisa pulih dan produktivitas kembali naik.

Hehe, iya juga sih ya. Gw khan sering banget ngantuk di kelas. Engga ngerti pelajaran, yang ada malah membuang2 waktu dengan percuma. (btw, berarti sampah organik atau non-organik ya?).. Tapi sayangnya, gw bukan tipe gampang tidur. Andai saja..


2. Mengurangi resiko terkena serangan jantung [source article]
Salah satu faktor yang menyebabkan serangan jantung adalah stress. Dengan tidur sejenak dikala tingkat stress pada puncaknya (yaitu pada siang hari), katanya bisa menurunkan kadar stress sehingga membuat jantung lebih sehat.

Oya, saya pernah mendengar bahwa dalam Islam, tidur siang disunnahkan agar ibadah pada malam harinya bisa lebih bagus, dan akan membantu jika berpuasa di siang harinya. Hal ini disampaikan oleh Imam Al Ghazali di dalam kitab 'Ihya Ulumuddin' [source article]. Wallahualam.

Dan bukan berarti tidur siang itu engga produktif lho. Ternyata orang2 seperti Napoleon, Kennedy, Churchill, dan Thomas Edison juga nappers.

btw, ini bukan hoax lho, hehe.. entahlah kl emang gw yg jg tertipu T__T.. But diliat dari source-nya, gw cukup yakin kok ^^.

Ah, andai saja gw bisa tidur sejenak seperti itu. gw mau, tapi tak mampu.. bukan tipe yg gampang tidur dalam keramaian..

Monday, January 01, 2007

Kurban

Pada suatu pagi ngeliat acara tafsir al-mishbah di metro tv, dengan narasumber Quraish Shihab. Hari itu lagi ngebahas tentang kurban. Makna dari kurban sendiri adalah mendekatkan diri kpd Allah. Cara dari kurban adalah menyembelih hewan tertentu pd hari idul Adha, yg dilakukan untuk mndekatkan diri kpd Allah. Hmm, pastinya udah pada tau khan? liat lengkapnya di sini aja..

Hukum dari berkurban yaitu sunnah mu’akkad yang kifayah. Jadi, ga perlu dalam satu rumah itu ngasih kurban semua, 1 aja jg gpp. dan yang paling penting, berkurban itu jangan dipaksakan, krn menurut bbrp mazhab, sekali seumur hidup jg udah cukup. Tapi, jgn jg dipatok kl udah sekali berkurban, ga berkurban lagi lho..

Nah, Jakarta itu tentunya merupakan kota yang mengeluarkan hewan kurban terbesar di Indonesia. Iyalah, sekitar 80% aliran uang di Indonesia khan adanya di Jakarta. Nah, pastinya orang2 jg banyak yg berkurban di masjid2 yg ada di Jakarta khan? pada suatu masjid saja bisa ada puluhan ekor kambing dan sapi2. Seperti yang kita tahu, di Jakarta itu banyak masjid2 yang letaknya berdekatan sehingga yang disalurin daging kurban itu mungkin orangnya itu2 aja. Bahkan ada mesjid yg kebingungan utk nyari orang yg mau disalurkan hewan kurban, krn di daerah sekitar masjid itu udah semua mendapat jatah.

Sebenernya bisa aja sih kl petugasnya mau untuk nyalurin ke yg daerahnya jauh, tp blm tentu jg orang di daerah jauh itu blm dapet. Dan lagi, kl di jakarta ini, sebenernya asal mau, psti bsa dapet daging kurban, krn menurut saya pasti ada masjid yg punya kelebihan daging utk disalurkan.

Di masa2 sekarang, beras khan lagi mahal tuh. Knapa ga coba duitnya dipake utk nyumbang beras aja KALO misalnya memang dirasa di lingkungan sekitar udah cukup banyak yg nyumbang hewan kurban. Karena kl daging khan ga tahan lama tuh, kalo yg dikasih ga punya kulkas, sehari jg udah ga bs dimakan lg, jdnya malah mubazir. Dengan harga yg sama dengan daging itu, bs didapet berkilo2 beras yg pastinya tahan lama dan lebih bermanfaat.

Alternatif lainnya adalah daging2 hewan yg disembelih diubah ke dalam btk yg lebih tahan lama, spt kornet atau dikalengkan. Seperti yg dilakukan di Arab Saudi. Kl begitu, khan dagingnya tahan lama dan bisa digunakan tidak hanya dalam beberapa hari saja.

Bukan bermaksud untuk promosi, tapi menurut gw program Tebar Hewan Kurban merupakan program yg sangat bagus. Jadi kita pesan hewan kurban, dan nanti hewan kurban tsb akan disalurkan di tempat2 pelosok2 di seluruh tanah air (bener2 pelosok lho). Yang buat gw amazed, program ini sangat2 profesional. Mulai dari hubungan dengan peternak, cara pendistribusian, dan tentunya bagaimana dia meyakinkan si penyumbang bahwa hewan sumbangannya diolah dan disalurkan dengan benar.

Secara rutin, si penyumbang selalu dikirimkan newsletter. Bahkan ketika si penyumbang tak menyumbang lg di tahun selanjutnya, newsletter tetap dikirimkan. Kl dia menyumbang, dia akan dikirimkan foto dari hewan sembelihan plus surat yg ditulis tangan oleh perwakilan masyarakat yg mendapat hewan itu.

Hewan tsb bener2 disalurkan ke pelosok2, yg dimana mungkin makan daging kurban jadi angan2 aja. Melihat newsletter, seringkl diliat kalo utk nyalurin ke pelosok, usaha yg dilakukan tidaklah ringan, sperti menyeberangkan sapi via kapal kecil, terus nyebrangin sungai, dsb. Salut banget gw.

Nah, tapi jgn nyumbang di THK aja lho.. khan yg harus diperhatiin pertama2 adalah masyarakat sekitar yg deket. Jangan sampe nyumbang di THK, tp lingkungan sekitar ga dapet. tapi kl misalnya di lingkungan sekitar udah dirasa cukup, THK patut dicoba. Salut banget akan profesionalitasnya.

Saturday, September 30, 2006

Capek De

cepek de, gopek de, hape de, sampe ABCD (Ayo, kepanjangannya apa?) lagi ngetren banget di mana2.. tentunya selain kata 'jablai' itu, hehe.. *yang lagi di LN ga pada tau khan?? hohoho =p*

beberapa minggu lalu, baca artikel di bagian 'MUDA' di harian 'KOMPAS'. Isinya tentang asal-usul bahasa gaul Indonesia yg ternyata dipelopori oleh preman dan pengedar narkoba di taun '70-an. Baca selengkapnya di sini.

Gw salut banget sama usaha utk cari asal-usul munculnya suatu istilah. Ckckck.. Nah, yang mempopulerkan 'capek de' itu sapa ya pertama kali? Dan yang menyebarkan di fasilkom sapa ya?

Ga penting ya? Emang, hehe.. Dan sepertinya akan ada yang ngomentarin postingan ini dengan kata 'capek de' itu.. =p

Nah, inti sebenarnya dari postingan ini adalah: saya lagi capek. mentally n physically. Tapi nulis cuma 1 kalimat ga seru, gw khan bukan one-liners, haha.. Jadi embel2nya banyak deh..

[updated]
Oya oya, ada yang baru lagi, yaitu: 'Ketik c spasi d, cape de'.. -__-

Have a nice weekend smua!!

~kmaren abis cobain writely.com.. cukup menyenangkan juga, hehe..

-----------------------------------

another embedded posting, hehe..

Hari ini ternyata melelahkan.
0630 brngkat krn ga ada kerjaan. 0750 anum mulai. clingak-clinguk garuk2 pala sampe abis. manpro. cari flashdisc. info gerbang. sms panitia kersos. manpro. kul citra. print n imel manpro. sholat. jilid. kul manpro. citra. ga jadi bantu pkm, sori. citra. solat. SI. rapat sahur. citra. buka puasa. maghrib. balik. tarawih. dst

Monday, September 11, 2006

Aktualisasi Diri

Hmm, saya sering mendengar perkataan "aktualisasi diri". Biasanya sih sebagai alasan dari orang untuk mengikuti suatu kegiatan. Well, saya sih tak pernah menyebutkannya, berhubung saya tidak mengerti apa maksudnya, hehe.. Karena penasaran, saya cari saja apakah sih arti dari 'aktualisasi' yg mempunyai kata dasar 'aktual' itu. Here it is..

Dari KBBI:
aktual
1. betul-betul ada (terjadi); sesungguhnya
2. sedang menjadi pembicaraan orang banyak (ttg peristiwa tsb)
3. baru saja terjadi; masih baru

aktualisasi
perihal mengaktualkan; proses, cara, perbuatan mengaktualkan

mengaktualkan
menjadikan aktual; menjadikan betul-betul ada; terlaksana

Berarti:
aktualisasi diri berarti proses, cara, perbuatan mengaktualkan diri sendiri agar:
1. betul-betul ada.. *hmm, mungkin ini untuk orang yg sering dikacangin*
2. menjadi pembicaraan orang banyak *weits, gw tau sapa.. ini mah botem banget.. atau setidaknya itulah yg dia rasakan dan inginkan.. wahahaha.. oya, gw merasa ada 'botem in the making' pada diri anak 06.. astagaa..*
3. awet muda. ga cepet tua. *Ratih, apalagi Tietha06 bener2 ga boleh aktualisasi diri.. hahaha..*


Tunggu dulu,
setelah dicari lagi, nampaknya kata 'aktualisasi diri' tak dapat diartikan secara harfiah. Itu adalah sebuah frase tersendiri yg diciptakan oleh Abraham Maslow. Dalam buku Hierarchy of Needs, ia menggunakan istilah aktualisasi diri (self-actualization) sebagai kebutuhan dan pencapaian tertinggi seorang manusia. Kebutuhan aktualisasi diri, meliputi kebutuhan untuk memenuhi keberadaan diri (self fulfillment) melalui memaksimumkan penggunaan kemampuan dan potensi diri.Maslow mendefinisikan aktualisasi diri sebagai sebuah tahapan spiritualitas seseorang, di mana seseorang berlimpah dengan kreativitas, intuisi, keceriaan, sukacita, kasih, kedamaian, toleransi, kerendah-hatian, serta memiliki tujuan hidup yang jelas, dan misi untuk membantu orang lain mencapai tahap kecerdasan spiritual ini.

Udah ah, ngalor ngidul ga jelas.. :P

Thursday, July 13, 2006

WHSIWYG

What He See Is What You Get

Yupz, karena pada suatu pertandingan olahraga tertentu, keputusan akan sesuatu hal tergantung pada 'apa yang dilihat' oleh pemimpin pertandingan. Namun, apa yang dilihat oleh pemimpin pertandingan khan belum tentu apa yang terjadi sebenarnya. Bisa aja untuk beberapa saat, pemimpin tersebut tidak dalam kondisi full. Entah lagi capek, ngebayangin sesuatu, kelilipan, bahkan ngedip. Bahkan saat dalam full condition pun, masih bisa terjadi kesalahan, seperti kealingan (terhalang -red) dan kesalahan paralaks *halah, bahasanya* pun bisa mengakibatkan salah lihat, dan ujung2nya mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan.. Padahal, kesalahan tersebut bisa berakibat amat fatal. Benar bisa jadi salah dan salah bisa jadi benar.

Nah, sekarang khan teknologi udah makin maju, dan ada teknologi yang namanya recorder (bukan suling yang dimainin pas SD), video, tv, dsb. Nah, alat2 itu memungkinkan untuk melihat tayangan ulang dari suatu kejadian. Bahkan bisa melihat dari berbagai sudut yang berbeda untuk dapat gambar yang paling pas. Bukan hanya itu, masalah bola in atau out juga bisa diketahui.

Ada beberapa olahraga yang menggunakan teknologi ini dan memperbolehkan instant replay dalam pengambilan keputusan dalam suatu pertandingan, contohnya adalah american football, ice hockey *hoki es? sounds weird =p*, dan tenis. contoh lain dan detilnya bisa dilihat di sini.

Metode pemakaian dari instan replay itu bermacam2.. ada yang musti 'protes' dulu, ada juga yang tidak.. untuk yang pake 'protes', diberi batas berapa banyak dia boleh protes. Kalo kebanyakan juga khan malah mengganggu jalannya pertandingan.

Nah, digunakannya metode instant replay dalam pengambilan keputusan pasti mengundang kontroversi. Mungkin dianggap bisa mengganggu ritme permainan, buang2 waktu, atau apalah. Contohnya terjadi dalam cabang tenis yang baru mencoba menerapkannya tahun ini pada turnamen2 di Amerika Serikat. Banyak yang protes dan pesimis dengan dilakukannya instant replay. Tp ternyata setelah dijalankan, banyak yang merasa senang. Mereka mengatakan "that was fun" dan berpendapat bahwa dengan menggunakan instant replay, mereka tidak khawatir lagi akan bad call (salah keputusan). Kalo abis mendapat bad call, pemain biasanya suka ga konsen dan kehilangan ritme. Apalagi kalo bad call berkali2, pasti bakal ngerasa dicurangin. Nah, dengan instant replay, kalo protes mereka terbukti benar, pastilah seneng. Kalo gagal, paling tidak mereka tahu bahwa itu bukan bad call, sehingga mereka bisa fokus melanjutkan permainan.. Kalo udah bener, mo diapain coba?

Tapi, masih ada banyak cabang olahraga yang tidak/belum menerapkan instant replay dalam pengambilan keputusan. Kenapa ya? Walau terkadang tetap ada kontroversi, tapi menurutku instant replay itu oke2 aja.. Apa ada alasan khusus tentang jeleknya instant replay? Hmm, ga tau juga sih.. Gw tidak mengkajinya, hehe..

Oya, judulnya sepertinya lebih tepat kalo What They See Is What You Get.. Karena yang mengambil keputusan khan biasanya ada beberapa orang.

About me

  • M.Rabindra Surya aka Arya aka Rabz
  • Male
  • CSUI
  • Twenty
  • Maaf kalo ada postingan dengan bahasa Inggris kacaubalau. Lagi belajar ^^"