Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Thursday, November 20, 2008

In Memoriam: My Dearest Old Uncle

Salah satu pakde saya telah meninggal dunia pada hari Selasa, tanggal 18 November 2008 jam 12.30 AM di RS Fatmawati Jkt. dalam usia 73 tahun (Lahir 11 Oktober 1935, Wafat 18 November 2008) karena pendarahan pada lambungnya.
jenazah almarhum saat dibawa dari rumahnya di Panglima Polim
Pakde Dayat merupakan kakak tertua dari ayah saya, dimana ayah saya sendiri merupakan anak ke-8 dari pasangan H. Syamsunu - Hj. Siti Sutarsih. Sebagai anak sulung dari sebuah keluarga besar (keluarganya tdd dari 10 bersaudara), pakde telah memberikan teladan yang baik bagi keluarganya tentang arti kerja keras dan pantang menyerah. Salut akan perjuangan mbah beserta anak-anaknya.
disholatkan di Masjid Pusda'i, Bandung
Mantan ketua umum ISFI (Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia) ini adalah salah seorang pakde yang teramat baik, dan merupakan salah satu pakde yang dekat dengan saya. Beliau adalah satu-satunya orang yang memanggil saya dengan nama Aryo. Dengan suaranya yang berat dan sambil menghisap cerutu, beliau memanggil saya: "Yo, Aryo.. Sekarang udah semester berapa?", dsb. Kalau berbicara selalu nggremeng. Hmm, bahasa Indonesianya nggremeng apa ya? Jadi ga jelas gitu, mirip saya juga yang kalo berbicara suka mungkin terlalu cepat sehingga orang lain menjadi sulit menangkap. Nah kalo udah begitu, biasanya saya hanya mengiyakan saja, hehe.
saat dibawa di pemakaman keluarga yang berada di TPU Cikutra, Bandung
Beliau juga merupakan pakde yang paling sering menanyakan kabar dengan menelepon saya, dan biasanya ngajakin untuk nginep di rumahnya di Cijeruk. Karena saya suka males nginep di sana, jadi biasanya saya tolak. Dan sekarang saya jadi menyesal karenanya :(. Oh, I'm gonna miss him A LOT!!
Keluarga yang ditinggalkan
Dapat dikatakan banyak dari keluarga yang berhutang budi (bahkan mungkin nyawa) kepada beliau. Seperti yang kita tahu, terkadang untuk mendapatkan suatu obat tertentu itu tidak mudah. Entah stok kosong, atau impor tersendat, dan sebagainya. Salah satu contohnya adalah waktu adik saya yang waktu masih berusia beberapa bulan terkena sakit diare akut dan diopname dalam jangka waktu yang cukup lama. Si adek pun memerlukan beberapa obat dan susu yang saat itu sangat sangat sulit diperoleh di pasaran. Alhamdulillah dengan bantuan pakde, adik saya terselamatkan. Raker BEM Fasilkom UI 2007/2008 juga meminjam tempatnya di Cijeruk. Saat itu pakde terlihat amat senang, dan membantu begitu banyak. Sangat ingat waktu penutupan, beliau sempat bercerita panjang lebar kepada kami tentang kisah hidupnya dahulu. Begitu banyak yang bisa dicontoh darimu, pakde. Mudah2an saya bisa mengikutinya. Dan semoga pakde mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Amiiiin.. =============================================================== Saya mencoba search di google, dan ternyata ada hasilnya seperti berikut ini:
DRS. H. IMAM HIDAYAT
APOTEKER YANG HOBI MEMBUDIDAYAKAN
TANAMAN LIDAH BUAYA
Menjadi Apoteker yang bermanfaat
"Saya ingin menjadi Apoteker yang bisa bermanfaat bagi masyarakat," begitulah sepenggal kata dari Drs. H. Imam Hidayat, saat beliau diwawancara di rumahnya dan kebunnya di kawasan Cijeruk, Jawa Barat. Mantan Ketua Umum ISFI dan mantan Direktur Utama Kimia Farma yang juga Purnawirawan Laksamana Pertama Angkatan laut ini bahkan mengaku tidak berminat untuk berkecimpung di apotek karena kekhawatiran jika beliau tidak bisa memberikan contoh yang terbaik bagi profesi farmasi.
Sosok Imam Hidayat, adalah sosok pekerja keras. Semasa muda, beliau pernah mencicipi berbagai jenis sekolah, mulai dari sekolah keuangan sampai management. "Sebenarnya dulu saya tertarik menjadi tentara, dan memiliki keinginan masuk AKABRI," katanya menambahkan. Beliau juga pernah ingin masuk Kedokteran Angkatan Darat (AD), namun karena dianggap dokter saat itu sudah sangat banyak, beliau pun mengikuti saran lain yaitu masuk ke jurusan Farmasi FMIPA ITB pada tahun 1955 di Bandung. Dari sinilah perjalanan kehidupannya sebagai apoteker mulai dijalani. "Awalnya saya merasa bosan kuliah di farmasi, tapi saya sudah mengambil keputusan, jadi harus tetap dijalani. Saya bahkan tidak suka sama pelajaran biologi dan farmakognosi," katanya sambil tersenyum. Bapak Imam, begitu biasa beliau disapa memang seorang yang aktif, semasa kuliah dulu, beliau banyak aktif di banyak kegiatan salah satunya mengisi Assistensi di Universitas Padjajaran Bandung. Selain itu beliau pun pernah berjualan alat-alat labor. Sifatnya yang pantang menyerah membuat beliau terdidik untuk mandiri. Lepas dari Universitas, beliau mulai menjalani profesinya. Beliaupun sempat dikaryakan di Depkes dan kemudian pernah menjadi kepala logistik, laboratorium dan Litbang. Pada awal kelulusannya, beliau mengaku tidak pernah sempat terjun ke apotek. "Bagi saya Apotek adalah idealisme, dan jika saya terjun ke sana saya harus benar-benar bekerja di sana," katanya kemudian. Barulah kemudian beliau di-hired untuk menjadi Apoteker di Kimia Farma Apotek. Tidak ingin menyia-nyiakan posisinya, maka selama menjabat sebagai Apoteker di Kimia Farma, beliau mulai membuat sistem baru, dan sistem itulah yang berlaku sampai sekarang. "Mengaplikasikan suatu sistem yang baru memang tidak mudah, saya sempat mengalami tekanan, namun saya ingat prinsip saya, just do the best," katanya tegas. Perjalanan karir beliapun terus meningkat, pada tahun 1987, beliau menjadi Direktur Umum PT. Kimia Farma dan tahun 1989 menjadi Direktur Utama. Selama masa karirnya, beliau tidak pernah berhenti belajar, bahkan beliau mempelajari mengenai filosofi secara otodidak. Hal ini juga berkaitan dengan hobinya yang sangat suka membaca dan menulis. Banyak sekali hal-hal yang ingin diberikan kepada profesinya, namun yang terpenting, beliau ingin kelak tidak hanya bermanfaat untuk profesinya tapi juga untuk masyarakat banyak. Berkebun Lidah Buaya, Tidak Hanya Sekedar Hobi. Perkembangan dunia kesehatan saat ini memang sangat cepat, Industri-industri farmasi pun mulai menunjukan kemajuan. Bahkan bukan hanya di industri obat sintetik dan kosmetik, industri obat tradisional, herbal dan fitofarmaka pun mulai diperhitungkan. Banyak beberapa peneliti dari universitas terkemuka saat ini mulai gencar melakukan penelitian terhadap khasiat suatu tanaman, dan kemudian beberapa pengusaha mulai melakukan pengembangan terhadap hasil penelitiannya tersebut. Salah satu orang yang juga tertarik pada pengembangan tanaman obat ini adalah Bapak Imam Hidayat, yang saat ini mulai concern untuk mengembangkan tanaman lidah buaya, padahan di masa kuliahnya beliau sama sekali tidak menyukai pelajaran biologi dan farmakognosi. Ada beberapa alasan mengapa Laksamana Pertama TNI (Purn) ini akhirnya banting setir dan mulai mengelola perkebunan Lidah Buaya. Selain dikarenakan hobi, beliau merasa pekerjaan inilah yang paling pas untuk beliau jalani. "Kalau di Apotek saya harus ada tiap hari, kalau tidak berarti saya mewariskan hal yang salah pada anak-anak saya. Terus terang hati nurani saya menentang itu semua," katanya saat itu. Karena itu jugalah akhirnya pemilik perkebunan lidah buaya di daerah Cijeruk kabupaten Bogor ini pun mulai mencari pekerjaan lain yang bermanfaat, selain juga untuk mangisi hari-harinya. Ketika Redaksi MEDISINA mendatangi kediaman beliau, tampak perkebunan lidah buaya yang sangat luas. Lidah buaya yang ditanam pun berbeda dengan lidah buaya yang biasa di dapatkan diperumahan atau di jalanan. Ukuran Lidah buaya milik Bapak Imam sangat besar dan lebih kokoh. Menurut beliau, Lidah buaya yang beliau miliki adalah lidah buaya yang terbukti memiliki khasiat lebih untuk kesehatan. Karena manfaatnya itulah, beliau akhirnya menekuni usaha lidah buaya ini dan mulai menjadikannya sejenis Home industry. Saat ini, hasil dari perkebunan Lidah Buaya milik Bapak Imam mulai bisa dinikmati. Dengan teknologi yang sederhana, beliau telah membuat ekstrak lidah buaya itu dan mulai mengemasnya sehingga mudah digunakan. "Lidah buaya ini banyak sekali kegunaanya, salain untuk obat penyubur rambut, lidah buaya yang saya produksi juga bisa digunakan untuk mengobati gatal-gatal dan menyembuhkan rematik,"katanya menjelaskan. Saking tertariknya, para tim majalah MEDISINA pun boleh mengambil beberapa tanaman lidah buaya yang sudah dikemas. Lumayan sekali untuk persedian di rumah jika mengalami gangguan gatal dan rematik. Ternyata, Bapak Imam tidak hanya memanfaatkan lidak buaya untuk pengobatan, tetapi juga untuk bahan makanan. Tak ayal, saat di rumanya, Tim MEDISINA kemudian disuguhkan minuman dingin lidah buaya. Enaknya lagi, selain menyegarkan, lidah buaya buatan Bapak Imam juga menyehatkan. Disamping budidaya lidah buayanya yang mulai berkembang, beliau juga memiliki usaha lainnya, "saat ini saya juga memiliki peternakan, diantaranya peternakan ayam dan ikan," tidak tanggung-tanggung, tim MEDISINA pun boleh mencicipi hidangan ikan bakar hasil dari peternakan ikannya. Yang pasti, di masa tuanya, satu yang tidak pernah beliau lupakan yaitu membantu masyarakat di sekitarnya. Sosok ayah yang dermawan ini juga selalu ingat dengan prinsip beliau yaitu selalu berzikir, berpikir dan berbuat (beramal). Tim MEDISINA selalu mendoakan kesuksesan beliau (Vta/Mta/Dni).

Wednesday, November 12, 2008

Wedding in Jogjakarta

**PERHATIAN: setelah saya melakukan reread tanpa koreksi, saya mengakui bahwa kualitas tulisan pada postingan ini dapat dikatakan sebagai salah satu yang terburuk selama saya menulis blog. Strukturnya sangat kacau, dan bahkan saya pun sulit memahami beberapa kalimat yang ada di dalamnya. Walaupun begitu, saya tidak berkeinginan untuk mengoreksinya. Biarkan saja. Lagipula, postingan kali ini hanya berfungsi sebagai catatan perjalanan yang pastinya tidak penting untuk khalayak ramai :) Terima Kasih**


It's been A LONG TIME since the last time I updated this blog..
Many things had happened, but very little from those quite worth it to be shared.

Okay, one story I wanna tell is about my cousin's wedding ceremony, held on September 08 in Jogjakarta. The wedding ceremony had been prepared since MONTHS ago. May be almost one year, if I'm not mistaken. I really waited for this occasion. Since initially, we planned to rent a bus, then depart together with one big family from jakarta to jogja. But,the implementation was quite different. for the sake of efficiency and effectiveness, I'll use Bahasa from now on. Soalnya setelah dibuat outline nya, cukup panjang juga yang mau ditulis. And u know, terkadang-kadang saya senang bertele-tele dalam menyampaikan sesuatu.. Hahaha.. Soo, just skip this post, except if u have lotta time to be consumed.. *grin*

Okay, jadi rencana untuk naik bis bersama-sama dibatalkan.. Karena keluarga besar kami tidaklah sangat besar. Plus banyak juga yang sibuk, sehingga untuk berangkat bareng-bareng naik 1 bis sepertinya sulit untuk diwujudkan karena jadwal yg beda-beda. Lagipula sayang aja kalo udah nyewa bis tapi isinya kosong melompong. Jadilah pada berangkat sendiri-sendiri sesuai dengan jadwal masing2 dengan naik pesawat dan kereta api. Saya sendiri lebih memilih naik kereta api, karena sudah lama sekali sejak saya terakhir kali menaiki ular besi itu (KRL ngga masuk dalam hitungan ya..). Kalo ga salah terakhir kali itu saya naik parahyangan (mungkin) pas SMP. Padahal pas SD, gw tergolong sering naik kereta api (walau ga sering-sering amat juga sih).. Salah satu yg gw berkesan dari naik KA pas itu adalah tisu basahnya, hahaha.. Entah aja, gw seneng banget nyiumin bau tisu basah itu, yg tak lain dan tak bukan adalah bau eau de cologne. Terus pesen makanan berupa bistik (yeah, not beef steak) atau nasi goreng dengan saus tomatnya.

Terus dulu sempet heboh pas keluar kereta argo-argoan: argo gede, argo lawu, argo bromo, dsb yang diklaim lebih cepat dibandingkan dengan yang biasa. Dengan kereta pamungkas yaitu argo bromo anggrek. Well, dulu sempet ngerasain pas argo anggrek baru2 keluar.. Dan gw mengakui kalo itu kereta bisa dikatakan sangat memuaskan. Wangi banget, terus dipasang anggrek dimana-mana. Mo buka pintunya aja mesti teken tombol.. Tapi denger2 sekarang udah jauh menurun ya? Entahlah, dah ga pernah naik lagi.. Hehe.. OOT ya? Emang.. Biarlah, daripada mesti buat 1 postingan lagi yang isinya tentang kenangan ga penting gw akan kereta api.. Hahahaha…

Okay back to topic…. Rencananya gw akan naik kereta api, akan tetapi saya diminta untuk berangkat bareng2 kloter pesawat bersama dengan adek (dia ada UTS, jadi ga bisa dateng cepet2), budhe, dan beberapa orang eyang. Huhu, padahal udah ngarep banget naik kereta api. Tak apalah, toh gw pulangnya akan numpak sepur.. Yayyy…


Sabtu

Jadilah hari sabtu pagi, gw memesan taksi express (cari yang tarif bawah dong..) untuk menjemput di rumah jam 05.15. well, emang sih rada kepagian. Tapi gapapalah, soalnya si bude minta ktemuan di airport jam setengah 8. ga enak aja kalo beliau sendirian nungguin kami..

Si supir taksi kayaknya lagi kerajinannn… coz dia jam 4.45 udah dateng!!! Hehhh.. Dan di saat itu adek gw bahkan belom mandi.. Hahahaha… jadilah dia cukup kalang kabut.. Padahal sih biarin aja, salah sendiri si supir taksi dateng kepagian. Huehehehehe….

Jadilah kami berangkat dari rumah jam 05.20, setelah sarapan ayam goreng buatan si mba.. *gw bahkan sempet kekenyangan di pagi hari, hahahaha. Parah ah..* destination: blok m. ke tempat terminal damri nya, which I didn't exactly know where it was. Tapi masa' sih supir taksi ga tau? Hahahaha… so I relied on him.. :P. dan akhirnya kami sampe terminal damri blok m dengan selamat sentausa.

Berdasarkan hasil riset yg telah saya lakukan di internet pada malam sebelumnya, bis damri berangkat setiap setengah jam sekali, dengan tarif 20rb/ orang. Berhubung kami sampai di terminal sekitar jam 5.40, berarti si bus paling cepet berangkat 20 menit kemudian. Waktu kami akan naik ke bis, tiba-tiba ada supir taksi yang menghampiri kami. Dia menawarkan jasa taksi dari blok m ke bandara dengan biaya 60ribu flat (udah termasuk tol). Sebenernya sih gw ga terlalu buru2, tapi 60ribu is so cheap maan.. Cuma beda 20ribu dengan damri (kami berdua, berarti harus bayar 40ribu kalo naik damri). Ya sudahlah, biar lebih cepet dan sekalian bantuin dia juga.. Hehehe..

Kami sampai di bandara soekarno hatta sekitar jam 7 (kayaknya sih lewat dikit), dan ternyata si bude sudah sampai duluan di sana… hoho.. Akan tetapi, kami tak bisa buru2 check in karena bahkan loket kami belom dibuka.. Huwaaa… jadilah kami menunggu ngalor ngidul ga jelas di situ, hihihi. Jam 8 kurang, barulah tu loket dibuka sehingga kami bisa check in. tak lama sebelum loket dibuka, eyang2 sepuh tersebut juga datang. Jadilah kami 7 orang berombongan.. Hehe..

**gw sadar kalo struktur tulisan gw sangat amat jelek.. Bahkan gw sendiri merasa ada yang salah dengan gaya penulisan gw. Efek karena udah lama ga nuliskah?** biarlah, hajar bleh saja dulu.. Hohoho…

Pesawat kami dijadwalkan untuk berangkat jam 9. suara dari speaker ruang tunggu c3 baru berkoar-koar pukul 8.50. dan kami pun langsung memasuki pesawat via trunk. Perkiraan gw, si pesawat akan berangkat jam 9.15. eh tapi ternyata si pramugari malah memberitahu kalo ada kesalahan teknis dengan pesawat, dan diperkirakan pesawat baru akan berangkat pukul 9.30. ugh, I hate the word 'kerusakan teknis', apalagi pas udah berada di dalam pesawat!! Tampaknya kerusakan teknis adalah hal yg biasa dan that's really okay for them. Hiks..

Akhirnya si burung besi terbang pada pukul 09.30 meninggalkan kota jakarta. Kalo terbang sebentar ternyata emang ga dikasih makanan ya, hehe. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit, dan alhamdulillah kami tiba di bandara adi sucipto dengan selamat. Ohya, masa' ya.. Khan sesaat setelah landing seperti biasa si pramugari akan memberikan info seperti suhu, waktu setempat, dsb. dia bilang waktu antara jakarta dan jogja beda 1 jam? Waduh, yo opo rek…

Di adi sucipto, kami dijemput oleh pa sugeng dan pa rono. Mereka adalah driver dari rental yg kami gunakan.. Dari bandara, kami langsung menuju mess jalawira dan mess jalaputra milik Angkatan Laut.. Di sana ternyata keluarga saya sudah hampir lengkap, lagi pada mempersiapkan diri untuk acara siraman.. Dan tentunya sudah tersedia makan siang, hohoho.. Makan siangnya berupa sejenis lontong cap gomeh..

Well, mess milik AL tersebut ternyata bagus, dan gw sama sekali ga nyangka.. Hahaha.. Soalnya biasanya khan mess terkesan 'biasa' cenderung ke kurang terawat, atau setidaknya 'so so' lah.. Tapi saya begitu terkesan dengan mess ini, bahkan dapat dikatakan lebih bagus dibandingkan dengan Wisma MM (magister manajemen) di jogja, dengan harga yang relatif sama. Bedanya mungkin hanya di sarapan. Kalo di mess AL, sarapan hanya berupa telur dan roti. But I think it's not a big deal.. :). Ohya, alasan kami memilih mess adalah supaya kami bisa menjalankan acara siraman. Kalo di hotel, selain mahal, pastinya akan lebih ribet. Sedangkan kalo di rumah sodara, maka khawatir akan merepotkan. Selain itu yang menginap juga cukuplah banyak.

Setelah istirahat bentar, harus segera bersiap-siap karena acara siraman dimulai jam 2-3an. Dresscode untuk saya siang itu adalah pakaian batik…. Sebelum acara siraman dimulai, kami makan makanan pre-siraman dahulu, hoho.. Makannya soto bangkong. Sayangnya, gw masih cukup kenyang karena baru lunch beberapa jam sebelumnya… tapi tetep aja, berhubung ada sate telor puyuh, gw memakannya dengan lahap.. Padahal katanya itu JAHAT banget, gudang kolesterol euy.. >.< style="font-weight: bold;">acara midodareni, dimana saya kali ini pakai PKJ (pakaian khas jatim). Bagi yang belom tau, bajunya rada mirip baju safari warna hitam lengan panjang, terus pake 'kuku macan', dan juga pakai songkok hitam. Kami sebagai pihak keluarga CPP, akan mendatangi kediaman CPW untuk memberikan peningset, perkenalan keluarga, dsb. Saya ke sana naik bis sewaan bersama keluarga yang lainnya. Kediaman CPW sendiri berada di perumahan dosen UGM di bulaksumur, berhubung sang ayah dari CPW merupakan dosen UGM. Sehari sebelumnya, saya udah baca di internet bahwa di jogja terdapat angin putting beliung yang memporak porandakan perumahan dosen ugm. Well, gw udah menduga kalo akan berefek pada rumah CPW, akan tetapi ga nyangka kalau efeknya begitu besar.

Jadi, waktu malam itu kami pergi ke sana.. Kompleks dosen UGM sangat teramat gelap.. Gw sampe mikir, "ini kita mau ngapain sih? Ko kayak masuk ke hutan-hutan gini?". Wajar saja, karena masih banyak pohon-pohon tumbang yang belom sempat dipindahkan.. Setelah beberapa saat, barulah kami melihat cahaya.. Dan waow, rumah yang lampunya nyala hanyalah rumah sang CPW, dan tentu saja hal itu disebabkan pihak keluarga menggunakan genset demi kelangsungan acara..

Telisik punya telisik, angin putting beliung tersebut sempat merubuhkan tenda yg sudah berdiri di rumah tersebut. Waktu angin putting beliung terjadi, pak dosen sedang berada di Grha Sabha yang terletak tak jauh dari rumahnya. Akibat angin putting beliung tersebut, banyak pohon (kecil bahkan besar) yang bertumbangan. Bahkan jalan masuk menuju rumahnya pun sempat tertutup beberapa pohon yang tumbang. Syukurlah rumah beliau tidak kenapa-kenapa, hanya tenda yang sempat jatuh..

Pada malam midodareni, tenda sudah berdiri dengan anggun dan dekorasi yang amat cantik. Tak tampak tanda-tanda rumah tersebut telah berjuang menghadapi angin putting beliung beberapa hari sebelumnya. Tampak begitu unik dan takjub jika membandingkan kondisi rumah CPW malam itu dengan kondisi sekelilingnya yg begitu gelap dan cukup berantakan.

Waktu baru masuk, yang kami lakukan adalah memberikan peningset kepada keluarga CPW. Peningset itu semacam pemberian atau istilah kasarnya kayak kotak upeti yang diberikan oleh CPP kepada CPW. Isi dari peningset itu sendiri bisa bermacam-macam, mulai dari kosmetik, pakaian, makanan, kue, dan sebagainya. Tapi kemaren rada unik, karena salah satu peningsetnya adalah laptop!! Huaa,, gw jadi mupeng.. Ckckck, memang zaman udah berubah. Ohya, saya juga waktu itu kebagian bawa peningset juga lho.. Hohoho..

Setelah peningset diberikan, acarapun dimulai.. Pertama-tama perwakilan dari pihak CPP menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke rumah CPW, dan nantinya pihak dari CPW pun menjawab. Yah, bisa dikatakan basa-basi sih.. Hehe. Sebenarnya sih oke2 saja, tapi masalahnya itu semua disampaikan dengan bahasa jawa kromo inggil.. Oh my.. Setelah maksud dan tujuan diutarakan (karena letaknya di selatan kali ya.. xP), acara pun dilanjutkan.

Terus ada kisah kembar mayang yang dibawakan oleh 2 orang (yang mungkin adalah dalang). Mereka berdua berdialog yang isinya menceritakan kisah kembar mayang. Gw sama sekali ga ngerti isinya, tapi pas denger intinya sih sepertinya bagus. Bagaimana kehidupan berumah tangga itu, ga boleh egois, dan sebagainya. Lagi2 hal ini diceritakan dengan kromo inggil. Keluarga saya yang berasal dari jawa timur pun sebagian sebar ga ngerti, terutama yang golongan muda-cukup tua. Mereka hanya mengerti sekitar 25-50 persen saja. Yang ngerti hanyalah golongan sepuh yang berusia di atas 60 tahun. Yang muda-muda hanya bisa tepar bin ngantuk di kursi belakang.. Hohoho.. Manalagi tu kisah memakan waktu cukup lama, 1 jam ada kali.. Kisah itu diiringin dengan gending live, dan penuh dengan bunyi terektektek, dsb. :P

Orang tua dari CPW lalu menyampaikan sepatah dua patah kata, yang gw ga ngerti artinya (again). Terus nanya ke CPW apakah bersedia untuk dipinang, dan tentu saja CPW, yang dipingit di dalam kamar karena tak boleh bertemu dengan CPP, mengatakan Iya.. Hehe.. Setelah itu ortu CPW memberikan minum kepada CPP. Setelah itu, ibu2 dari keluarga CPP dipersilakan untuk liat2 kamar pengantin sekaligus bertemu dengan CPW.

Acara utama: makan-makan :P. yang saya suka adalah bakmi jawa nya. Dan gw curiga kalo itu catering itu belinya bakmi kadin.. Hmmm… CPP sendiri ga boleh makan. Jadi Cuma boleh duduk aja nungguin yang lain pada makan.. Hahahaha.. Abis acara makan2, pamitan dan langsung chao balik ke mess.. =D. ohya, pihak CPW pun memberikan semacam balasan atas peningset yang diberikan, dimana salah satu isinya adalah pakaian akad nikah.

Sampai di mess, ternyata kotak yang isinya pakaian akad nikah belom sampe dan keberadaannya tidak teridentifikasi.. Dan sontaklah CPP menjadi panik.. Hahaha.. Menurut salah seorang sepupu yang diserahi kotak baju akad, setelah menerima dari pihak CPW, ia memasukkannya ke dalam salah satu mobil innova warna hitam. (padahal pas itu ada 3 mobil innova hitam xD, dimana 2 mobil di antaranya adalah mobil sewaan). Celakanya, mobil2 tersebut sudah kembali pulang ke tempatnya masing2, karena waktu itu juga sudah larut malam. Ditelponlah driver2 tersebut, dan mereka diminta untuk memeriksa apakah ada kotak yang tertinggal di mobilnya.. CPP udah uring2an aja.. Ya iyalaaah, gila aja baju akad nikah untuk dipake keesokan paginya belom diketahui rimbanya. Walau kemungkinan hilang kecil, tapi khan tetep aja…

Rasa berdebar-debar ternyata tidaklah cepat berakhir, salah satu driver mengatakan bahwa kotak tersebut tidak ada di mobilnya. Sedangkan sepupu gw yg meletakkan ke dalam mobil rada2 lupa mobil manakah yg mengemban pakaian tersebut. Satu driver harapan terakhir juga sedang terjebak macet, sehingga tidak dapat mengecek dengan segera. 10 menit kemudian, barulah si driver menelpon, dan katanya ……….. ADA.. Alhamdulillah banget.. Kami semua langsung bernapas lega. Si driver kami minta tolong untuk kembali ke mess. Wajah CPP pun menjadi kembali berseri-seri.. Hehe..

Minggu…

Siap2 dari pagi hari.. Karena jam 7 rencananya udah berangkat dari rumah untuk pergi ke tempat acara akad nikah dilangsungkan.. Untuk menjaga stamina, kami tentunya sarapan nasi kotak terlebih dahulu. Sebenernya sih rada2 males mo makan pagi, apalagi makanannya berupa nasi box yang porsinya sudah fixed. Akan tetapi, penganan berupa nasi uduk dan telor pindang itu akhirnya tandas juga.. Hahaha..

Rencana awal mengatakan bahwa kami seharusnya udah berangkat sejak jam 7, akan tetapi karena satu dan lain hal menjadi diundur. Baguslah, karena persiapan bisa dilakukan dengan lebih matang. Misalnya saja menghias2 maskawin dan sebagainya, sehingga jadi lebih apik. Saya sendiri kebagian bawa salahsatu maskawin yang kotaknya paling berat -__-" (menjadi tumbal deh gw). Selain itu, acara pembagian kendaraan pun juga memakan waktu yang cukup lama. Maksudnya pembagian kendaraan di sini itu adalah mengatur anggota keluarga untuk menaiki kendaraan yang sudah tersedia (bukan kasih2 mobil lho yaa.. )

Dresscode untuk saya pagi itu masih tetap PKJ, hoho.. Terbilang menyenangkan jika dibandingkan dengan beskap, apalagi kalo udah pake jarik.. Eugh, buat jalan aja susah.. -__-"

Acara akad nikah pun dilangsungkan di kediaman CPW. Dimulai dengan pembacaan biodata2, terus khutbah nikah, ijab kabul, doa, dan penandatanganan dokumen. Abis itu dilanjutkan dengan acara adat: seperti basuh kaki, serah terima pengantin, dsb.. (gw baru tau kalo pas acara ijab kabul, ortu dari CPP *boleh* ga ngikutin acaranya). Setelah itu, saya kebagian tugas bawain sanggan (pisang yang udah dihias2 gitu.. Lagi2 kebagian ngangkat yg berat2.. Huhu). Setelah itu ada acara saweran.. Hoho.. Dan beda banget ya kalo di jogja. Orangnya pada kalem2 semua, padahal biasanya mah udah rebutan saweran engga yg tua engga yg muda.. Hahahahaha… Setelah acara2 tersebut dilangsungkan, lanjut ke acara sungkeman, dan abis itu para tamu dipersilakan untuk memberikan ucapan selamat kepada PP, PW, dan keluarga..

Acara makan2, ya begitulah =P. *dah mulai capek nih nulisnya*. Paling rada sebel aja karena pas baru ambil nasi bakar, eh udah disuruh pamit.. :((.. Ga jadi deh makan nasi bakar..

Back to Mess, istirahat bentar.. Abis itu ngider sebentar. Ke bakpia 29, dimana kita bisa liat proses pembuatannya secara langsung dan dengan mba2 yang ramah2. terus makan di SS aka Super Sambal.. Owalaah, udah jauh2 ke jogja, makanannya SS juga yang notabene di depok juga ada..

Gw sendiri sih belom pernah ke SS yang ada di jakarta, so it's fine lah.. Tadinya mo mang engking yang di jogja juga, akan tetapi sayang sekali ada spupu yang ga boleh makan udang, jadi batal.. Hehe.. SS menjual berbagai jenis penganan sambal, kayak sambal bajak, terasi, gobal gabul, tomat, dsb. Sambal gobal-gabul itu isinya campur2, jadi kayak semua macam sambal yang dimiliki oleh SS dicampur di situ, hehe.. Saya sendiri pesen sambel tahu, yang rasanya PEDES ABIZ!!! Langsung deh keringat bercucuran.. Rasa sambalnya enak, dan rasa lauknya juga sedap (mungkin karena pengaruh sambal. Pokoknya puas..)

Harganya juga sangat terjangkau.. Harga sambal berkisar antara 1000-2500 per porsi (dan kurasa 1 porsi per orang adalah cukup). Harga lauknya juga murah. Nasi putih @2000 per orang, sepuasnya!! Harga minum juga murah. Contohnya saja jus jambu ukuran besar harganya Cuma 3000 rupiah.. Murah bettttttttt..

Ohya, sebenernya sih pengen nyobain makan cak koting. Denger2 sih sambelnya lebih nampollll.. Yah, may be next time.. Hehehehe.. Abis makan dari SS, kami balik ke mess. Karena si adek mesti beres2, dia mesti ngejar pesawat ke jakarta sore itu.

Malamnya ada cara resepsi di Grha Sabha, dekat rumahnya PW. Grha Sabha nya UGM mungkin seperti Balairung di UI Depok atau Sabuga ITB di Bandung, jadi acara wisuda untuk UGM dilaksanakan di tempat tersebut. Entahlah bagaimana dengan di ITB, kalo di UI sendiri kayaknya ga pernah ada acara nikahan di Balairung. Kalo Grha Sabha, sepertinya acara tersebut cukup sering digunakan sebagai tempat perhelatan resepsi pernikahan..

Kali ini, saya memakai beskap lengkap dengan keris. yang bikin males tentu saja pakai jarik, sehingga geraknya gak bisa leluasa. terus ada keris yang ngebuat repot kalo mau duduk. blangkon sewaan yang berpotensi menularkan kutu, dan juga selop sewaan yang ga ada empuk-empuknya..

Saya sendiri sangat senang dengan dekorasi ruangannya yang didominasi dengan warna merah segar. Makanannya pun enak2, dan sangat berkecukupan (bahkan kebanyakan). Waktu tamu-tamu udah pada pulang pun, makanan2 tersebut masih banyak dan lengkap!!! (minuman softdrink yg biasanya cepet abis pun masih banyaaaaaaaak banget, begitupun makanan di stand2 pun masih melimpah ruah. Seperti baru disentuh setengahnya). Tapi apa daya, perutku pun tak cukup lagi walaupun tidak merasa kenyang (hahahaha, lagi maruk kali ya..). Tapi tentunya saya mesti sadar diri. Sadar diri? Hahaha. Entahlah itu kata yang pas atau tidak, karena waktu lagi duduk2 di ruangan VIP saja saya masih nyomot2.. LOL.

Senin

Keesokan paginya, jalan2 di sekitar Mess, dimana bertemu dengan Museum Jenderal Soedirman *sayangnya waktu itu lagi tutup*, terus Museum Biologi UGM. Kami jalan2 sekalian untuk cari pulsa, abis jalan2 kami kembali ke mess untuk sarapan. Dan di situ sudah tersedia nasgor dan bubur ayam yang melimpah karena memesan terlalu banyak. Bagaimana tidak? Yang dipesan adalah utk 50 orang, padahal orang yg ada paling banyak 25, itu pun termasuk anak2 kecil yg makannya tidak banyak.. Gw pun tak sanggup makan lagi.. :P

Abis sarapan, beberapa dari kami yg akan pulang naik KA (yaitu kami berduabelas) pergi ke stasiun tugu. Kami naik KA Taksaka jam 10 pagi. .huwooo, saya sungguh sangat senang naik KA lagi setelah sekian lama. Di KA, ternyata disediakan makanan: ayam goreng tepung *pake tepung kobe* dan juga oseng tempe.. Akan tetapi nasinya Cuma seiprit.. Tapi takpapalah daripada ga dikasih sama sekali.. Saya juga memesan bistik sapi seharga 25K.. Yah, harganya pas lah, sekalian untuk nostalgia.. Hahaha.. Rasanya tidak banyak berubah. Yg berubah adalah sekarang si bistik udah ditaro di hotplate, bukan Cuma di piring biasa.. Hahahaha..

Kereta berangkatnya ontime, tapi tetep saja sampe tujuannya telat sekitar setengah jam dari jadwal yang tertera pada tiket.. Yah, not so bad lah… saya turun di gambir, dan lalu naik taksi sampai rumah.. =D

It's sooooooooo fun… ketemu dengan sodara2 yg uda lama ga ketemu (ada yg di sby, makasar, dsb. Terus naik kereta api lagi, ngeliat sepupu nikah, dsb…

Semoga jadi keluarga yg sakinah, mawaddah, warahmah ya Mas dan Mba.. :)

Monday, August 25, 2008

SyCl Gathering

The big family from my father held a gathering this year, it's on our independence day, 17th of August. The purpose of the gathering was no different than to reunite the families. Our last gathering was on January, when there's a wedding reception of my cousin. After that, simply no gathering involving all family members.

The choosing of 17th August as the d-day because it's fell on the long weekend, so the probability of families from other cities to come was bigger than other dates. We'd planned the gathering since about 1 month ago. And from that time, the tuan rumah was intensively promoting the occasion via sms-blasts, mailing list, phone-call, etc. May be if they're on facebook, there would be an event invitation.. Huehehehe..

And here's the result:

First,
Alhamdulillah, berjalan lancar.. And it was ABSOLUTELY XTRAORDINARY FUN!!!
Second,
Anggota keluarga Sy yang datang BANYAK!!! *grin*
Third,
The lucky pots were GOLDEN pots.. :D:D:D

Humas nya sepertinya sangat sukses untuk mempromosikan acara ini, heheheehe..

Pertama-tama, saya absen dulu ya..
Dari Polim:
>>>Ada Pade, Bude Sri, Mas Eri, Mas Riko-Mba RIri-Arkhan, dan Mas Ogi. Yang ga ada itu Keluarga Mba Ira-Kumar-Armand di Chicago, serta Reyhan.. hehehe..
Dari Cinere:
>>>Ada Pa Dokter, Ibu Apoteker, Ibu Halimah, serta Mba Tanti yang membawa serta kedua rekannya.
Dari Rawabelong:
>>>Bd Narti, MbaTari, Surya, dan Fajar yang makin menjulang. minus MasDoni
Dari Bandung:
>>>Bude Raf, MasRizal-MbaNovi-Rani-Dila, MasRedi-MbaLia-Maisya-Keisha (entah gimana nulisnya).Pade Hadi dateng juga. Nah, Te Uce dan Viki ga bisa dateng ada acara lain.
Dari Setrasari n Makasar
>>>Om Dj dan Te SH, MbQara-Tio,MbAnni-MasDani-Alina. minus Mas Yuda
Dari Wichan
>>>Babe dan BudKom, Mba3a dan MasAis, beserta rombongan. MasK, MbaD, dan BabyK berhalangan karena babyK lagi meler terus katanya (get well soon ya!!, kami doakan ^^). Terus MsBimbim dan MbAnggi yg lagi di Athens', US.
Dari Pd. Labu
>>>Te Nunik, saya, dan adek.
Terus ada juga BdYeti-MaSoni-MasTeduh-MbDini dari LbkBulus, serta BdAnna dari Rawamangun..

intinya, it was a LOTTA FUN. hehe.. dan tampaknya rumah tersebut menjadi 'TK+Pasar Puri Cinere', saking ramainya orang, mulai dari orang dewasa sampe anak2.. hehe..

Terus makanannya juga sangat oke sekali..
Hanya ada dua jenis makanan: makanan enak bangettt, dan sangat amat enakkkkk.. hohoho..
Ada gurame bakar, pepes ikan, ayam bakarnya Mba Tari yang mantab suratab, Shabu-shabu lezzaa ala Bango (bukan Shabu2 ala SM. SM stand for Sheila Marcia, not Savitri M.. hehe). Terus ada Siomay maknyus yang didatangkan dari Cibinong?, Ayam woku-woku enak tenan yang KATANYA buatan Mba Tria (pasti beli tuuu :p), plus sambel yang membuat lidah bergoyang. Brownies bandung yang délicieux juga tak lupa menemani. nyam nyammm. Trus ada kacang rebus, stick keju renyah, triangle cracker (padahal ga tau namanya apa :p), pastel makcik, terus ada another pastel (kan?), kue lapis, dan sebagainya. Untuk minuman, kita ditemani oleh softdrink, tehkotak, es teh lemon a la ms. Halimah, dan tentunya aqua. hoho..

Selain makanan, tentunya acara juga diwarnai dengan canda tawa (mis: joke taltiltol pake bahasa sunda, yang sampe saat ini sayapun masih ga ngerti, dan mencurigai bahwa joke tersebut punya tingkat absurditas yang tinggi, hihihi), lalu ada tukar menukar berita maupun "berita" dari member SyCl.

Satu kata: SERUUUU!!!

~tadinya mo taro foto juga. tapi si narasumber tak kunjung menguploadnya di internet.. -_-"

Tuesday, June 10, 2008

Family Tree


nemu ini di rumah.. pohon silsilah dari kluarga ibu. tp ga ada tahunnya.. adakah yang punya leluhur yang sama dengan saya? :) sapatau nemu sodara jauuuuuhhh...

Wednesday, April 23, 2008

many, many, many..

ImagineCup

Saya datang terlalu cepat. Jam setengah 8 udah sampe di kantor Microsoft, dan belum banyak orang. Bahkan si satpam pun masih bingung walau sudah saya utarakan keinginan saya datang ke situ, yaitu untuk mengikuti Imagine Cup. Setelah dia baca kertas miliknya yang isinya schedule kegiatan microsoft, barulah dia mengerti dan saya diizinkan masuk. Di dalam kantornya masih kosong, dan saya sempet khawatir bahwa saya salah baca jadwal, dan presentasinya bukan hari itu. :(.

Tapi untung aja saya ngga salah hari, dan juga tidak sedang bermimpi.. hehe.. satu persatu peserta yang lain mulai berdatangan. syukurlah. Singkat cerita, tibalah saat pengundian giliran presentasi, dan SA05 yang mengambil kertas undiannya. And u know what? Kelompok saya dapat giliran pertama. huhu.. tahun lalu juga dapet giliran pertama..

Okay, since all four members of my teams had arrived, so we couldn't delay presentation, or switch it with another team (ya iyalah.. sapa jg yang mau). Soo, every first team of course have their own advantages and disadvantages. One of the advantages was the judges hadn't been contaminated with other teams idea and applications. The disadvantage was the first team often became "an experiment", such as: okay, the committee hadn't prepared the table yet, so we must "help" to arrange it. The internet hadn't really prepared, so Mr. U installed his telkomsel flash in my Lap just in case the office's internet couldn't ready on time. For the recap, let's say that I wasn't satisfied at all with my presentation, plus the sound system was really awful. Okay, I can even say that it was quite a mess.

after the presentation, practically no essential schedule for me. yang ada cuma bengong, mo ngapa2in juga ngantuk banget karena kurang tidur. si KDS aja sampe beler gitu.. hehe.. mo nunggu sampe jam 5 juga males banget. mending tidur di rumah. :p. sempet ke pacplace bentar untuk liat-liat. after that, back to BEJ building, karena ngincer makan siangnya. wakakakak.. abis ishomais (istirahat, sholat, makan, istirahat), kembali deh bengong..


setelah kelompoknya ella (antarmuka) selesai presentasi, berjalan2lah saya dengan mereka ke pacplace. huhu, dasar gw tukang jalan, jadilah jalan mulu. nyari makanan yang murah, of course. dan wendy's akhirnya menjadi korban kehausan si mpok. katanya sih dia haus pengen cari minum, eh, tapi ko malah dia sendiri yang ga beli minuman.. huhu.. aneh.. :p abis dari pacplace, I went home, had an appointment on the night. I just shocked, realizing that it just took about an hour from there to my home!! no traffic jam at all! padahal gw balik dari sana jam 4 sore, yang notabene jam pulang kantor. ditambah lagi sempet ganti-ganti kendaraan pula, ditambah diturunin sama si bis di tempat yang ga pewe utk cari bis lain. huhu. makanya masih heran, ko bisa cuma 1 jam ya? ckckck.. alhamdulillah banget, kebetulan pas itu matahari lagi panas2nya. ohya, kenapa saya diturunin? jangan curiga yang aneh2 dulu ya. saya diturunin karena tuh bis mo muter balik di terminal, ga ngelanjutin sesuai dengan rute normalnya. sial.


Bday


Ini adalah untuk yang pertama kalinya (dan semoga juga untuk yang terakhir kalinya), pergantian usia saya terjadi saat saya sedang berada di dalam taksi. Taksi? Iya, taksi. Saat itu saya sedang dalam perjalanan pulang dari kampus ke rumah. Hahahaha. Betapa pergantian usia yang sangat mengesankan. Hoho. Tapi tak apa2lah, saya tetep seneng2 aja ko.. =)

Terima kasih yang udah ngucapin, baik via sms, telpon, email, ataupun yang ngucapin langsung. It really means soo much to me.. =). And I also got some awesome presents.. THANX, THANX, AND THANX!! :)

tadinya mo nulis satu persatu.. cuma capek jg ya? hehe.. nanti-nanti sajalah.. (beware, kalo udah ada kata 'nanti-nanti', biasanya ga akan dilakuin.. haha.. ). biarlah..



Jogjakarta

Apakah yang gw persiapkan untuk pergi ke Jogja? tau sendirilah gw. kalo mo berangkat, pasti ribet karena bingung pakaian mana yang sebaiknya dibawa. Dan biasanya motto gw adalah: "make it double". jadi kalo perkiraan hanya akan memakai 3 baju, yang gw bawa adalah 6 baju dengan 3 baju lain sebagai cadangan.. hahaha.. engga separah itu ko.. :p

Okay, gw dijemput oleh sepupu gw di rumah pada tengah malam.. yups, sekitar jam 12 - setengah satu. Kami ke Jogja dengan naik kendaraan pribadi. Soo excited, mengingat gw belom pernah menjejakkan kaki gw di dataran jawa tengah. :)

jadi, kami berlima berangkat dari rumahku menuju ke Jogja. Lima orang tersebut adalah pak man sang chauffeur, mas agus perawatnya pakde, kak osi spupu gw, gw, dan adek gw. Oke, destinasi pertama adalah pulau mimpi, hoho.. serius.. ngantuk banget saat itu, karena beberapa hari terakhir tidur gw sangatlah minim.

Singkat cerita, sampailah di pom bensin pertama. Untuk apa? Tentunya untuk mengisi bensin.. hehe.. koordinat saat itu adalah di … hmm, dimana ya? Gw jg lupa. Deket2 cileunyi kayaknya. Pemberhentian berikutnya adalah di masjid untuk solat subuh. Itu kalo ngga salah di daerah tasik (atau bukan? Haha..)

Abis sholat, kami melanjutkan perjalanan, dan pemberhentian selanjutnya adalah di daerah Wangon. Kami di situ sarapan pagi. Dan menu kami sarapan adalah menu yang benar2 biasa untuk sebuah sarapan pagi: nasi goreng. Hoho. Sarapan banget kan? :p tempat makannya lumayan, walau harganya rada2 pricey untuk ukuran kota kecil. Gw aja sampe heran.

Perjalanan lanjut lagi, dan diselingi dengan jajan dawet ireng di daerah kutowinangun (atau kutoarjo ya?). and I was really impressed with the taste of the dawet ireng. It’s so unexpected, different, unique. I mean, at first I expected it’s just another kind of es cendol but the color of the dawet is black instead of green. But, my prediction is so wrong. Baru kali itu gw nyobain dawet spt itu. Dawetnya legit, manis, ga bikin eneg, santannya ga terlalu banyak. Pokoknya oke banget. Harganya jg murah, Cuma 1500 rupiah dapat semangkok. Huwah, apa karena gw tinggal di jakarta ya? Sehingga harga segitu terkesan murah banget.

Perjalanan lanjuut terus sampe ke Jogja tanpa berhenti. Yah, palingan berhenti untuk bergantian menyetir ataupun ke POM bensin (utk isi bensin atau ke toilet).dan alhamdulillah kita sampe ke jogja dengan selamat sekitar jam setengah satu siang, yang artinya perjalanan ditempuh dengan durasi sekitar 12 jam (trmasuk berenti2nya).

Dan kita mendarat di Wisma MM di daerah Sagan, deket dengan UGM. Ohya, gw belom bilang ya apa tujuan gw ke Jogja? Kami ke Jogja karena spupu gw yg tadi itu mo melamar calon istrinya. Nah, istrinya itu anaknya warek UGM, yang tinggal di perumahan dosen UGM yang letaknya dempet dengan UGM (kalo perumahan dosen UI khan lumayan jauh tu dari UI). Nah, jadi mungkin salah satu alasan memilih Wisma MM adalah biar deket dengan rumah dari si yg mau dilamar (Mb G).

Sampe Wisma MM, gw bertepar ria di kamar. Haha. Cape banget soalnya. Mo kmana2 jg ga smangat. Ada jg chat bentar sama temenku yg di UGM, konsultasi tempat makan enak.. haha.. jadi dari siang sampai sore, dihabiskan untuk istirahat, beres2, tidur, dan menyambut sodara2 lain yg baru dateng. Makan siangnya, pesen dari room service aja. Pesen opor ayam, tapi manisnya KEBANGETAN. Serasa makan kolak yang dicemplungin ayam. Mie Jawanya oke. Nasi gorengnya jg cukup oke. Asal jangan pesen opor ayam aja deh. Big no no.

Malemnya, kita makan malam bersama di rumah makan Bumbu Pawon yang letaknya ga jauh dari Wisma MM. 5 menit palingan nyampe kalo naik mobil. Entah mengapa, saya tidak suka dengan makanan yang disajikan. Rasanya nanggung. Tidak ada satupun dari menu yang dipesan yang benar-benar pas dengan selera saya. Walaupun tidak dapat dikatakan tidak enak, tapi menurutku tidak dapat juga dikatakan lezat, sehingga saya tidak merekomendasikannya :).

Setelah itu, mengantarkan Pakde Muslim dan Bude Jasmi ke daerah. Duh, lupa aku namanya. Pokoknya yang jalanan sebelum Kaliurang itu. Dan, sesampainya di Wisma, ga ngapa2in juga. Karena ga ada kendaraan. Mo kemana2 juga ga tau jalan. Huhu. Berhubung masih pengen tidur, ya sudahlah kami tidur saja.. haha.

Dan paginya, tugas sudah menanti. Diminta oleh bude dokter untuk beli obat di apotik. FYI, di jogjakarta itu apotik yang jaringannya udah kuat bernama K24 (dari namanya ketauan khan kalo itu buka 24 jam sehari? ^^). Ohya, gw dateng di apotik sekitar jam 7an. Dan sepertinya di situ banyak trainer baru gitu. Jadi, pas baru melalui pintu apotik, gw disambut oleh dua orang berbaju seragam apotik dan sekitar 5 orang berseragam putih. Semuanya ngeliatin gw!! Gimana gw ga serem coba? Tapi pede pun berjalan, sapatau mereka ngeliatin gw karena terkesima dengan kegantengan gw. Hahahaha.. (haduh, ketularan blognya Raditya Dika nih).

Dari apotik, perjalanan dilanjutkan ke Bandara Adi Sucipto, untuk menjemput my mom dan bude seniman. Setelah dari sana, kami pergi beli buah untuk acara seserahan. Ohya, di saat gw sedang bersibuk-sibuk ria, taukan anda apakah yang dilakukan oleh si adek? Dia sedang jalan2 ke sunmor (Sunday morning). Jadi, tiap hari minggu pagi, di bundaran UGM ada semacam pasar kaget. Pokoknya banyak orang yg olahraga, jualan, dsb. Kalo di bandung, mungkin semacam Gasebu kali yah. Oke, abis beli buah, kami kembali ke Wisma MM. dan gw sarapan pagi di sana. Kurang puas sih sama sarapannya, tapi babat terooos.. hehe..

Setelah itu baru rapih-rapih untuk berangkat ke tempat wanita. Gw bertugas untuk membagi-bagi anggota keluarga ke dalam mobil-mobil yang tersedia. Hyah, ternyata gw salah perhitungan. Gwbelom memperhitungkan mobil untuk ngebawa barang-b arang seserahan dan sapa aja yang ngebawa seserahan tersebut. Mana spupu yang ikut juga dikit banget lagi, brarti orang2 mudanya jg dikit. Hal itu membuat gw kesulitan meminta orang untuk ngebawa barang2 seserahan. Khan ga mungkin bapak2 dan ibu2 yang sudah sepuh2 dimintain bawa seserahan. Ada jg beliau2 itu dipandu dan dibantu. Huhu.

Yah, singkat cerita bereslah tugas gw itu. Pokoknya yg muda2 di satu mobil, dengan diumplek sama barang2 seserahan.. hehe.. btw, salah satu seserahannya adalah berupa kue, yang dibeli dari Parsley. Nah, Parsley itu adalah nama toko kue yg terkenal di Jogja. Seperti Mon Ami di Jakarta kali ya..Kuenya enak enak!!! Hoho.. gw sempet icipin dikit :p.

Rumah mba G deket banget dari wisma MM, 5 menit jg udah nyampe.. hehe.. acara pun berlangsung dengan lancar, alhamdulillah.. hampir seluruh acara dibawakan dengan bahasa jawa, huhu. Lumayan ngerti sih, tapi tetep aja ada yang miss. Paling ikut2an ketawa aja kalo misalnya ada yg ketawa.. haha.. pathethic me. Ohya, pas perkenalan keluarga, jadi tau kalo dari keluarganya si mba G itu banyak yg jadi profesor, sesedikitnya 5 orang. Dan saya jadi mikir, jangan2 hukum pareto berlaku jg untuk gelar profesor. 80% orang yg memiliki gelar profesor terdapat pada 20% keluarga akademisi. Huhu..

Setelah acara tukar cincin, sungkeman, dsb. Selanjutnya adalah acara: makan.. asyik, asyik.. ada zuppa soup, nasi merah, trus ayam bakar (kayak selat solo itu), dim sum, soto ambengan, dsb. Simple menu, tapi enak-enak banget aka lezat. :)
Setelah itu pamitan dan lalu kami kembali ke wisma untuk istirahat. Adek dan bbrp keluarga lain pulang sore itu naik pesawat ke jakarta. Saya jg berencana untuk balik sore itu jg karena keesokan harinya ada kumpul kelompok untuk tugas, tapi ternyata tak bisa karena tak dapat tiket. Yah, memang sih saya baru minta tiketnya sekitar seminggu sebelumnya, dan yang lain-lain udah pesen tiket dari sebulan sebelumnya. Maafkan aku ya kawans2.

Tapi memang ya, yg namanya ibu2 itu pasti gatel pengen belanja. Padahal tadinya pengen tidur, tapi tetep aja. Haha. Jadi, pertama2 kami ke tempat bakpia, namanya bakpia herlino. Kenapa di situ? Entahlah, tapi yang pasti karena guide kami nunjukkinnya tempat itu. Hehe..

Abis beli bakpia, kami pergi ke mirota di daerah malioboro. Biasa, anggota keluarga yang ibu2 pengen belanja. Dan kenapa di mirota? Supaya harganya pas dan ga bisa nawar2 dulu., hoho. Karena waktu naik pesawatnya UDAH MEPET BANGET. Kami sampe mirota itu sekitar jam 3.10, padahal ada seorang bude yang pesawatnya jam setengah 5. Haha.. tapi yg namanya belanja tetep aja dijabanin. :P.

and u know what? Of course u don’t know until I let u know.. haha.. okay, pas di mirota gw baru sadar kalo hape gw tidak bersama gw!!! Di mobil jg ga ada. Dan kami mencoba untuk telpon ke tempat bakpia. Dan alhamdulillahirobbil’alamin, hape gw diamankan oleh mba2 penjaga di toko bakpia. Makasih banyak ya mba..

di mirota, tak banyak yg bisa dilakukan, karena waktunya mepet pet pet. Dari mirota aja udah jam setengah 4 lewat. Buru2 cabut menuju adisucipto. Yang ibu2 sudah heboh di dalam mobil, bapak2 yg di dalam mobil meneng ae. Bapak2 yg udah sampe airport, sibuk menelpon ibu2 yg ada di mobil. Haha. Tiap ada telpon, ibu2 itu pada panik. Haha.. kocak dan menghibur. Jadilah malah ktawa2 di dalam mobil. :P. “gapapalah, jadi punya bahan buat cerita”, kata ibu2 itu. Haha, ada2 saja. Sampe adi sucipto jam 4 lewat dikit, jadi masih keburulah ngejar pswat. Tapi ternyata, pesawatnya didelay!!. Haha. Padahal udah panik bin heboh di dalam mobil.. :p abis nganterin ke airport, kami ambil hape, lalu kembali ke wisma untuk istirahat. Fiuhh, capek jg.

Perjuangan berlanjut di malam harinya. Dengan dipandu oleh tante L, kami berjalan2 di sejuknya malam kota Jogja. Pertama2, another bude, yaitu bude guru mo cari bakpia. Ke bakpia herlino tapi udah tutup, tepatnya baru aja tutup karena kami sempat melihat lampu ruangannya dimatikan. Haha. Gagal, kami berpindah ke bakpia pathuk 75 di KS Tubun. Abis dari situ, ternyata si bude masih semangat belanja walau usianya sudah menginjak 70an tahun.

Dan kami chao ke daerah malioboro, waktu menunjukkan pukul 9 malam. Pengunjung mirota pun sudah diusir-usirin melalui speaker yang ada di pertokan tersebut, intinya: “datengnya besok aja lagi, sekarang udah tutup”. Pasar beringharjo jg sudah tutup tentunya, jadilah si bude mencari-cari di kios PKL yang masih buka di deket2 mirota. Yang dicari tentu saja barang2 batik.

Setelah bude puas, kami baru makan malam. Haha, padahal makan malam tersebut adalah tujuan utama kami. Kami pergi ke bakmi kadin atas keinginan bude. Bakmi kadin ini konon katanya sudah melegenda dan sangat terkenal, yang dijualnya pun hanya dua macam: mi godok dan migoreng khas jawa. Bakmi nya menurutku cukup enak. Dan asyiknya lagi, pas itu lagi ujan2. Pas banget deh dinngin2 terus makan mi godok, bandrek, dan diiringi oleh live music langgam jawa.

Abis makan bakmi kadin, tentunya ke wisma lagi. Udah malam banget rek. Apalagi kami BERENCANA berangkat ke jakarta jam 6 pagi. Jadi tentunya mesti beres2 dan istirahat dl supaya ga telat.

Tapi rencana tinggal rencana. Me and my mom udah siap berangkat jam 6 lewat dikit… tapi.. hehe.. ketebaklah. My cousin just wanted to meet his fiancee once more, haha. Okay, yang niatnya jam 6, malah jadi jam setengah 8, wekekek.. gw udah melumut aja tuh nunggu di lounge wisma, sambil ga berenti2nya makan. Si mba2 yg jaga kayaknya udah heran plus sebel, ngeliat gw di situ berjam-jam. Heheheh..

Akhirnya balik juga ke jakarta. Dengan gw mencoba mengirim tugas bagian gw ke kelompok sqa gw. Haha. Bayangin deh, mulai sejak berangkat dari jakarta, gw menenteng2 dokumen SRS dan SAD sambil mengoreksinya. Terus gw pun membuka laptop untuk melakukan rekapitulasi. Lalu mengirimnya dengan menggunakan fasilitas send file yg ada di sh messenger. Coz gw ga bisa attach via gmail entah napa. Jadi gw ke jogja bener2 ga bisa dianggap sebagai liburan. Huhu. I need a real holiday. Haha..

Yang berangkat dari jogja berjumlah dua mobil, tapi kami ga iring-iringan. Tapi sepertinya dua mobil itu memang berjodoh. Saat mobil yg kutumpangi (Innova) mampir untuk beli dawet hitam (karena my mom penasaran akan rasanya), eeh ternyata ketemu dengan mobil yg satunya (APV). Haha. Jodoh, jodoh.

Rasa dawetnya sayangnya tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Kalo yg ini mirip2 cendol biasa,hanya warnanya saja yang hitam. Enak sih, tapi ga spesial.

Setelah jajan, perjalanan kami lanjutkan. Kali ini menuju ke kampungnya Pak Man di daerah kebumen. Pak Man adalah supir yang bekerja dengan eyang kakung sejak dulu, saat Pak Man masih berusia 18 tahun. Usia Pak Man saat ini sekitar 60 tahun. Ckckck, lama sekali ya? Pokokny Pak Man ini mungkin bisa dikatakan sebagai orang yang paling mengenal eyangku, mungkin melebih anak2nya. Karena kemana2 ya eyang bersama Pak Man ini. Salah satu wasiat eyang sebelum meninggal juga adalah supaya Pak Man bisa naik haji. Alhamdulillah, tahun lalu Pak Man sudah bisa menjalankan Rukun Islam kelima tersebut.

Di rumahnya Pak Man, kami disambut dengan sangat hangat oleh keluarganya, dan kami dijamu dengan es degan yang sangat nikmat, apalagi di bawah terik matahari seperti itu. Supaya tidak merepotkan, kami buru-buru undur diri sebelum pukul 12 siang dan kembali melanjutkan perjalanan.

Perhentian selanjutnya adalah RM Prambanan di Jalan Raya Buntu, Banyumas. Berenti di situ merupakan suatu kebetulan saja, kebetulan di situ ada Musholla dan RM Makan, dan dilihat dari luarnya sepertinya rumah makan lumayan, walau masih sedikit mengkhawatirkan, hehe. Bukan apa2, soalnya kami pernah pengalaman krn pengen cari yg termurah, akibatnya malah jadi sakit perut. Huhu.

Tapi alhamdulillah, rasa makanannya jg enak-enak. Sama sekali ga nyesel. Kami makan dengan sangat puas. :)

Setelah dari situ, perjalanan dilanjutkan. Lalu solat maghrib di POM Bensin daerah.. hmm, daerah mana ya? Lupa saya. Lumayan bagus ko POM Bensinnya. Abis itu makan malam di RM Cibiuk di daerah Nagrek. Ka Osi udah ngincer RM makan tersebut sejak lama, karena ada kawannya yg mengatakan bahwa sambelnya enak. Dan secara tidak sengaja, malam itu kami makan di situ. Mengapa tidak sengaja? Karena yang milihin tempat makannya adalah bude guru, dan si bude guru sama sekali ga tau kalo Ka Osi pengen makan di situ,

Tempatnya menurutku pewe dan cozy. Dan rasa makanannya: ENAK BANGET!!!! Really really recommended. Sambelnya walau ga pedas, tapi hebring pisan euy. Ikan gurame crispynya MANTAB!!! Semaunya okee… duh, jadi laper nih gw. Sambal dan lalapan pun gratis. Oke banget deh. Salah satu rumah makan yang takkan ragu untuk kukunjungi kembali.

Dari situ, penumpang antar dua mobil saling pamitan, karena ga akan berenti2 lagi dalam perjalanan tersebut. Yang satu akan pergi ke bandung, dan yang satu akan ke jakarta. Akhirnya kami sampai persimpangan, yang satu via bandung langsung, dan yang satu via cicalengka. Ternyata oh ternyata, 15 menit kemudian kami berpapasan lagi. Haha. Ternyata dua arah tersebut berujung pada jalan yg sama. Huwah, dudung jg.. hehe..singkat cerita, akhirnya saya sampai rumah pada sekitar jam setengah dua belas malam. Capek dan senang. Mudah2an november bisa ikutan lagi ke Jogja. Kabarnya sih akan naik bis rame2. Asyiik..


==================================================================


INAcraft. Tergiur ajakan spupu. Apalagi ada bude yang buka stand disitu, stand lampung. Hmm, banyak banget ya bude gw? Iya sih, karena yg punya 14 orang bude yang oke2. Terus knapa ga gw terangin pakdenya? Hmm, may be next time. :)
Ke sana setelah dari depok. Udara panaas banget. Parkirnya di masjid. Hmm, lumayan jg jalannya, mesti ngiterin stadion dulu, huhu. Tapi ga nyesel, karena pamerannya OKE BANGET. Termasuk lengkap, dan harga-harganya ca'em punya euy..

Cuma mikir aja, mestinya kita punya sentra kerajinan yang keren, yang punya perwakilan dari tiap propinsi di Indonesia. Pasti oke banget tuh. Ga cuma setaun sekali kayak inacraft. Orang2 bule pasti jg doyan dateng.hehe..

Sunday, March 09, 2008

0903

Alhamdulillah.. I was really really really happy yesterday..

And I just wanna share the story here. Hmm, now I'm thinking that most of the posts here are about the feeling when I'm happy. Or at least occasions that can make me happy (okay, usually it's about food, hahaha..). Hmm, may be the reason is I've ever read (or hear) that we better to share our happy story than a sad one to the others, because it can increase our gratitude and may be can spread the positive energy to others. with sharing sad story, I don't think it's a bad thing, but if I do it too often, I just think it's no use to make myself look suffered everytime. hehe..

Another thing, with posting a happy story, hopefully when I read it next time, especially when I'm sad, I will think that my life is not so bad afterall.. :)

Nah, pake bahasa Indonesia aja ya biar cepet.. Latihan bahasa Inggrisnya besok2 lagi aja.. hehe..
Okay, jadi kemaren ceritanya gw dan adek pergi ke wichan, karena janjian sama sepupu untuk makan di pancious yang baru buka di pacific place tanggal 1 maret kemaren. review tentang makanannya bisa diliat di postingan sebelum ini.. hehe.. sebelum berangkat dari rumahku, padahal gw udah sarapan nasgor bumbu cabe yummy dulu.. hoho.. jadi sarapan di pancious adalah sarapan kedua :p

Abis dari pancious, kita kembali rumah dulu.. ketemu bude, pakde, bermain2 bersama si adek bayi,, hehe.. dia gendut banget, bentuk palanya hampir seperti bola sempurna.. lagi ngegemesin2nya, karena udah bisa diajak bercanda, tapi juga belom bisa lari jadi ngejarnya ga capek.. wekekekek..

abis itu, orang2 di rumah pada keluar semua.. ada yang ke PS, seaworld, dan kami pergi ke mal ambassador. Mas as mo nyari cooler fan untuk lepi2 di rumahnya.. Akhirnya dapet juga. Mba ty hunting2 makanan dulu, dan akhirnya si risoles dan kroker menjadi mangsanya.. hoho.. Setelah dapet cooler fan dan kroket (serta dapet 'bonus' caselogic), kita hunting2 cetakan kue..

Mba ty sama adek emang rencananya mo bikin kaastengels bersama.. jadilah si mba cari2 bahannya dl.. ternyata susah jg ya cari cetakan kue.. di kitchen store ga dapet.. akhirnya dapetnya malah di Oke Doku (sejenis valus yang everything 5000), tapi di sini ditambah ppn, jadi everything 5500, hehehe... Yah, walau cetakannya rada2 mirip mainan, dan ukuran gede2 banget, tapi masih bisa lah dipake.. Si mba niat sekali beli cetakannya, jadi kayak koleksi :p..

Abis itu pergilah kita ke kemchick, untuk beli2 bahan2 buat kaastengles: telor, keju, tepung terigu.. tak lupa si mba ty melakukan hobinya: beli ati ayam untuk kucing2 di rumah, hehe.. mas as sampe heran2 karena si mba ini hobi banget beli ati..

abis dari kemchick, si mba nyari pasir kucing, tapi sayang sekali ga dapet.. abis itu ke carrefour, untuk nyari salmon (yg lagi2 buat kucing), dan di situ dia dapet belanja gratis lho.. tp sayangnya belanjanya cm dikit, karena br dikasitau dapet rewardnya pas di kasir.. hehe.. tp ya mungkin yang rejekinya segitu.. yg ngantri di depan si mba dapet gratis 800rb. enak kan? hehe..

abis dari carrefour, nyari mainan. yak benar, lagi2 untuk kucing.. hehe.. kali ini mainan berbentuk mirip ikan buntel dari karet berwarna oranye, yang didalamnya ada lampu, dan jika digoyang2, maka lampunya akan nyala2.. terus beli trompet2an.. dan terus beli mainan dari silikon bentuk tikus dan telor, yang kalo dilempar ke lantai dengan keras, tampak seperti pecah.. (yang ini ga tau deh untuk bayi atau untuk kucing.. :p)

gw pun di situ membeli headset mps-70 untuk hape kesayanganku.. walau dengan hati sangat bimbang karena gw lagi bener2 bokek.. iya, gw lagi bener2 bokek.. tapi kayaknya saat itu setan sedang merasukiku, jadilah tergoda untuk beli jg tuh headset seharga 85K. itupun udah yang murah, karena yg mahal harganya 200K/300K, huhu... abis beli tu headset, gw rada2 ga semangat, krn sudah termakan godaan setan :(. dan berniat utk hemat sehemat2nya dalam beberapa minggu serta bulan ke depan, karena gw dalam kondisi teramat sangat cekak, huhu.. kayaknya baru ngerasain kondisi kayak gitu ya sekarang ini. hmm, apa gw yg terlalu mendramatisir ya? ah, tapi engga ko.. memang bener2 cekak..

okay, setelah semua urusan di mal ambasador selesai (trmasuk nyari cd monday michiru), kami kembali ke rumah sodaraku. di situ yg lain ternyata udah pada sampe rumah.. kami makan batagor dr bandung sisa hari sebelumnya yg emang masih banyak banget.. karena udah dari hari sebelumnya, jadi tu batagor ga serenyah sebelumnya walo udah diangetin di microwave.

ternyata kucingnya si mba udah beranak banyak: ada 5 buah anak kucing, tapi sayang yang dua lagi sakit. setelah dibawa ke dokter, katanya sakit cacingan.. heh? kucing sakit cacingan? ada2 aja sih.. setau gw bukannya hewan rada2 kebal makan makanan yang kotor ya? atau emang gw aja yg ga tau.. hehe.. mungkin si kucing itu lupa cuci tangan kali sebelom makan.. :p

terus si mba menceritakan kisah kucingnya yg lain bernama snowball yang abis mati.. si kucing itu mati karena sakit perut.. nah, jadi si kucing itu khan pernah bunting, taulah kalo kucing bunting, yg dilahirin mestinya ga cuma 1 anak.. nah, tapi yang keluar dari perut si snowball itu cuma seekor. yang lainnya ga berhasil keluar. nah, jadilah janin2 yang lain itu tertinggal di perutnya dan lama2 perutnya meradang. Oleh karena itu, si mba membawa snowball ini ke dokter di ragunan (yg pusat hewan2 itu lo)..

nah, si kucing disarankan untuk dioperasi cesar.. wekk, ada ya operasi cesar untuk kucing. tapi biaya operasinya berkisar antara 3/4 jeti karena saat itu lagi wiken, sehingga semua biaya didobelin.. wekk.. 3 atau 4 juta???? langsunglah si mba ga mau.. jadilah cari dokter hewan yang ga sematre di ragunan, dan dapatlah di daerah fatmawati dengan harga yang jauuh lebih murah. sayangnya, setelah dioperasi, snowball tetep mati :(. mungkin karena sakitnya udah lama jg kali ya..

back to topic, di rumah itu gw nemuin majalah berbahasa sunda.. hihi.. gw baru tau.. dan rasanya aneh aja baca majalah yg tulisannya sunda..

tapi menurutku oke ko.. karena bisa melestarikan kebudayaan jg, walau ga pake tulisan hanacaraka, hehe..

sayangnya gw ga ngerti :(




baca abarat sebentar, abis itu malemnya ke blitz megaplex di pacific place. karena mo nonton.. hihi, enak jg ya kalo tinggal ngesot dan udah sampe.. review tontonannya bisa diliat di postingan sebelum ini.

blitz megaplex di situ menurut gw cukup pewe, tapi sayang kurang dingin.. tempat duduknya jg lega.. tapi sayang harganya mahal :(. mendingan nonton di XII kemana2..

setelah itu kembali ke rumah sodara gw. capek. seharian itu keliling kmana2. hehe.. ohya, akhirnya kami ga jadi bikin kaastengles, huhu.. gagal deh menjajal profesi sebagai gourmet :p.
si bude mengoleh2i berbagai macam kripik, dodol belitung, risol, dan juga amplop ^^..

Sampe rumah dah malem, capek banget sekaligus senang.. apalagi setelah buka amplopnya, hehe.. alhamdulilahirabbil 'alamin.. ^^. bener2 membantu kondisi keuangan yang sedang dilanda resesi.. makasih banyak bude... makasih bnyak mba..

Alhamdulillah banget, ngerasa kalo Allah baik banget.. Padahal gw masih suka berbuat salah :(. Tapi jadi ngerasain kalo ternyata untuk setiap perbuatan baik, akan dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang berlipat2, dan dari arah yg tak disangka2.. u won't get any poorer by doin charities.. (btw, ini bukan ttg pengmas lho)

Terus, ternyata memang benar hadits yang mengatakan bahwa dengan silaturahmi bisa membuka pintu rahmat.. Karena setiap aku silaturahmi, biasanya memang rezekinya akan dimudahkan, hehe.. walau sebenernya mungkin tidak selalu dalam bentuk finansial, tapi bisa juga dalam bentuk kebahagiaan hati, persaudaraan, dsb yang menurutku juga merupakan rahmat Allah.. :)

Friday, February 22, 2008

melar

Yes, that's my body condition nowadays. When I put my jeans or trousers, it feels so tight even sometimes I felt like I had a stomachache. haha.. silly, innit? Aargh.. I even sometimes didn't go lunch for efficiency. but but but, how come that my body gotten this large?

hoo, now I know.. sometimes, I just had some combos of eatavaganza, like the one I wrote that one day I came from one resto to another (fish n co, mangkok putih, and J.Co).

Last Sunday, I had nearly-similar-experience. On that Feb 17th, my senior, Narpati, was getting married with Mba Lis. The ceremony was held on Wisma Yaso, in the area of Satria Mandala Museum, Gatot Subroto. My mom accompanied me, and she's a friend of Narpati's mom too. Soo, it's great that I didn't need to come there by myself.

Met many seniors there. I just met smile from 2004 batch. Really bad that I must left the place really early. Because on the same day, the aunt model celebrated her bday on a resto. Soo, after I took some photos and ate siomay, only, I got my feet from there and drove to arteri pondok indah.

The Resto is Crapoe. It's a AYCE (all you can eat) one. The price is 66K per person. The serving of food is a la carte. You can choose from 109 option of menu. The menu was vary from dim sum to mayo shrimp to crab. But, mostly were chinese foods.

Overall, the foods were delicious but easily forgotten, hehe.. But for 66K I thing it's great, hehe.. Hoiya, my cousin annaoj came there too, wit his new-born baby named leiruz. hoo, after delivered the baby, she's still pretty though.

soo full that day.. after arrived at my home, found pastellos.. my another aunt delivered it when we're not on the home... aah, food day.. hahaha..

Tuesday, February 19, 2008

jogja..

Akhir April nanti, insya Allah ada sodara gw yang akan melakukan lamaran ke calon istrinya yang tinggal di Jogja. Rencana awalnya akan nyewa bis gede (yg ada kamar mandinya itu), jadi sekeluarga akan ke sana sama2 naik bis. Akan tetapi karena keluarga dari nyokap gw itu ga banyak2 amat, jadi takutnya kalo pake bis itu akan banyak kursi kosongnya... soo, akhir2 ini sedang dipikirkan alternatif kedua: kereta api..

Yah, padahal gw pengen banget naik bis.. karena seumur2 belom pernah gw pergi ke Jateng, Jogja, atau Jawa Timur dari Jakarta dengan naik kendaraan darat non-KA. Palingan naik pesawat atau KA. Naik mobil paling jauh juga cuma sampe pangandaran yg ada di Jawa Barat jg.. Karena itu gw sangat bersemangat begitu tau akan naik bis kota.. Walau setelah bercerita ke beberapa orang, mereka berkomentar kalo lewat jalan raya itu ga enak.. tapi khan gw pengen ngebuktiin sendiri.. hehehe..

yah, mudah2an naik bis nya jadi deh.. atau naik KA juga gapapa, udah lama ga naik KA. Males naik pesawat, walau bukan brarti gw sering naik pesawat.. Tapi gw lagi bener2 pengen lewat jalur darat. Yah, mudah2an dapet yg terbaik aja lah.. Amin.

Monday, December 24, 2007

Bermalam di depan ICU

my uncle was on emergency situation, he had gastric bleeding that made him unconscious for days. Actually, he and his wife were doctors, senior doctors, so there’re always some of their juniors or students who ready by themselves to accompany my aunt at night, waiting near the ICU. But still, there’s always be a better feeling if the one who accompany her is her family member, or may be her assistance, driver, or others that already has close relationship.

Then, at sunday nite, me, my mom, n my bro accompany her in front of ICU. We sleep on the hallway. Yes, it’s just a hallway. We just placed carpets above the floor, set up the pillows, and voila, it’s ready as a place for our sleep. Because uncle was still on ICU, so he got no personal room. Okay, so it’s first time for me to sleep on hospital hallway, with abundant of things that my aunt brought (she’s expert on bringing things, hehe). We were incredibly looked like refugees.

Slept near the ICU was really touched my heart. Somehow it made me feel that many people also felt the same, because their relation was in emergency state too. It taught me about tolerance, patient, and sympathy.

Uggh, honestly I want to write so much more. But writing in English just kill my creativity to arrange words. Darn…

Update:
Now, my uncle has been get better. Alhamdulillah. Now, he is conscious and soon will be placed in usual room. hope he can get better and better, so he can do his usual activity really soon..

Friday, December 21, 2007

Travelers' Tale

Hehe.. akhirnya saya baca juga deh novel ini, setelah sekian lama tertunda2 mlulu (sambil ngelirik setumpuk bacaan lain yang juga ga sempet dibaca).. Yang ngarang adalah Adhitya M dan istri serta teman2Nya. Adhitya ini yang ngarang novel Jomblo, yang sudah pernah dibuat versi layar lebar maupun layar kecilnya (maksudnya tipi)..

Berhubung novel lama dan pastinya udah banyak yang ngeripyuw, jadi saya ga ikutan ngeripyuw ah.. Cuma pengen ngomentarin ajah.. hoho..

Dari segi cerita, menurut gw lumayan seru.. Apalagi dengan 4 orang yang nulis, jadi kerasa aja beda tulisan antara satu sama lain. Walau keliatan banget gaya tulisannya si Adhit beda dan heboh ndiri (dengan tokoh si Ucup), emang lebih seru kalo ada 4 orang dgn gaya penulisan berbeda.. at least ga monoton lah..

Tapi honestly, walau buku itu mengambil setting di banyak tempat (mulai dari vietnam, kenya, jordania, amerika, dan mostly negara2 eropa), tapi gw merasa deskripsi dan narasi akan detil setting nya kurang. Atau mungkin karena dapet jatah space nulisnya dikit, jadi disingkat2 gitu. atau emang supaya disesuaikan dengan jalan cerita kali ya? Seperti "museum ini adalah simbol kota X, belum ke kota X jika tidak mengunjungi museum ini." terus tiba2 ganti setting.. ga tau ya, tapi gw pribadi merasa terlalu singkat aja..

Hal yang paling bisa diambil dari novel ini tentunya tips2 traveling yang bertebaran di sepanjang buku. Well done.... :)..

Overall, bagus untuk dibaca ko.. ^^

Setelah gw pikir2 tentang alasan kenapa perjalanan di travelers' tale menurut gw kurang greget, mungkin karena kisah2 yang pernah diceritakan seorang bude gw, yang sering gw namakan bude apoteker atau bahkan bude pendongeng jauh lebih greget.. hehe..


Aunt Traveler

Now, the story about her begin..

Bude ini berinisial SS (gw ga mau nyebutin nama orang di blog ah..), beliau merupakan lulusan farmasi ITB tahun... hmm, tahun brp yah? pokoknya udah lama (ya iya lah...), seangkatan sama dosen2 senior di kampus brarti..

Banyaak banget yang bisa diceritakan dari bude yang satu ini, tentang how extraordinary she is.. Tapi kali ini gw cuma mo ceritain tentang kepiawaiannya berkisah.. such a great storyteller.. kehandalannya bercerita ditunjang dengan pengalamannya yang sudah banyak berkelana ke negeri orang.. mostly in europe and america..

dari kecil, gw udah sering diceritain oleh beliau, mulai dari dongeng2 aneh dari tatar sunda (yes, she's a half sundanese) sampe kisah2 beliau di eropa dan amerika.. jadi di satu saat dia akan mengajari gw lagu cingcangkeling dan jaleuleuja, di hari lain gw diajarin lagu baa baa black sheep.. hoho.. now i just realized that it's pretty cool.

dulunya, beliau bekerja di berbagai multinational company eropa yang bergerak di bidang farmasi, spt merck, sandoz, dsb. nah, berhubung kantor pusat dari perusahaan2 tersebut ada di eropa, beliau cukup sering pergi ke sana. Dan krn beliau hobi traveling, kalo lagi libur biasanya jalan2 ke negara2 sekitar..

nah, beliau pinter banget nyeritain kisah2 dia selama di luar negeri.. selain cerita objek wisata dan special event, juga cerita tentang orang2 yg beliau temui.. uniknya, ada aja hal2 istimewa yang beliau alami. Dan yang gw suka, ceritanya itu ga seheboh ceritanya adhitya m (yg menurut gw, dia menceritakan kejadian aneh yang menimpa tokoh yang emang aneh. terlalu heboh untuk ukuran orang normal :p). Bagaimana beliau tiba2 dapat kamar ekstra di hotel di UK, terus nyasar ke suatu acara sekolah di Jerman tp disambut hangat, atau hampir kena badai salju di US. Dan misalnya di Indonesia, beliau terjebak di daerah terpencil di Rancabuaya di Jawa Barat krn terjebak sungai periodik yang tiba2 ada krn abis turun hujan. sampe2 keluarga besar kalang kabut, dan kontak2 polres, SAR, n wanadri.. untung cepet ditemukan.. Dan banyak cerita2 lain yg menurut gw seru banget.

Extraordinary stories from extraordinary person. Duh, sayangnya gw ga pinter cerita. Ada juga kalo gw menulis cerita yang dikisahkan beliau di blog ini, nanti pada muntah2 lagi.. hehe..

Walau punya banyak pengalaman, but she's really really humble.. kalo ketemu di angkot, pasti bakalan ga nyangka akan pengalaman beliau. gw aja kadang2 suka ga percaya :p, dan baru percaya kalo beliau udah mulai berbicara, heheh.. trus kalo ngomong2, akses sundanya masih cukup kental.. misalnya aja, "waktu bude di swiss, orang2 di sana mah meunih baik2 pisan".. heheh..

Masih banyak sih yang bisa diceritain dari bude ini, spt bgmn perjuangannya melawan kanker tingkat lanjut, bagaimana perjuangannya mendidik anak satu2nya yg tuna rungu sampai anaknya bs mandiri and punya banyak kemampuan... tapi, gw udah cape nulis ni..

met liburan yah!!!

Sunday, November 04, 2007

Ratatouille

I just watched the movie 'Ratatouille' last Sunday [telat banget ya?]. Yups, when the day after was the day of prolog exam (haha, now I have an excuse if I have a bad mark :P).. I love the movie.. It has nice story, cool soundtracks (I love the touch of french music there), and of course great picture (pixar has been always give remarkable graphics)..


And this morning, my brother cooked a food. And when he served it on the table, he told us that it is 'ratatouille'.. yeah, u know, ratatouille actually has no any relation with 'rat' (tikus). It's a kind of french food. [read it here]

First, I didn't believe him.. Because.. the ratatouille was made of... errrr. eggplant????? I don't really like eggplant though I don't hate it too.. But I really know that eggplant is absent from my food preference list. I just guessed that ratatouille made of some sort of potato or something like that. But not eggplant T__T.. However, it's a nice try from my brother.. :) Well done, bro.. Though may be I want to try it on a french resto, or may be in France? (Amiiin.. Mudah2an bisa suatu saat).. soo, I know the actual taste of real ratatouille.

The food my brother served is quite similar with this..

Even after watching ratatouille, I still dont like rats.. Aargh.. Why there're many rats now in my house??? T__T.. [even now I hear that they're squeaking downstair]

Okay now. I must study for tomorrow exam. Wish me luck.. :).. Good luck also for tomorrow's KP presenters.

Thursday, November 01, 2007

Pada ngeblog...

hihihi.. sekarang keluargaku udah pada mulai ngeblog lho..

Yang pertama adalah si adek, blog nya dapat dilihat di sini. Sebenernya sih dia udah agak lama ngeblog di FS, cm akhirnya pindah juga..

Yang kedua adalah si bude dokter, blog nya dapat dilihat di sini. Si bude sebenernya udah lama pengen punya blog, dan sempet minta dibuatin.. tapi ga sempet2 :p, hehe.. Dan sepertinya beliau minta buatin sama orang lain deh. Karena kok template nya rada2 aneh ya? hmm.. Jadi merasa berdosa sama si bude..

Dan sepertinya untuk waktu dekat ada keluargaku yang akan menyusul membuat blog. Hmm, may be my mom.. but she seems too busy to maintain it if she had one.. it's not impossible though.. And, how about the uncle? hmm, though he has the facility, but he still type with "eleven" fingers, so I doubt he will publish his writing in an online form. hohoho..

btw, no one of family has knew my blog yet.. hehe..

Wednesday, September 19, 2007

My Grandpa

Saya baru baca biografinya eyang, isinya tentang perjalanan singkat dari hidup eyang, dan juga kumpulan dari tulisan2 yang pernah eyang buat..

Setelah membaca buku itu, saya jadi banggaa banget sama eyang.. Sebenernya sih pengen cerita2.. Tapi nanti jadi terkesan chauvinistik atau semacamnya.. Saya sih cuma pengen cerita aja, tapi bingung sama siapa. Lagian kalo cerita ke orang, kayaknya hatiku belum cukup terjaga deh. Takutnya nnt disisipi penyakit hati. Tp tetep pengen membagi rasa banggaku ke orang, selain itu jg supaya bisa menjadi inspirasi khususnya bagi diriku. Karena menurutku banyak banget yang bisa dicontoh dari beliau. Ya udah, jadinya di blog ini aja deh gw nulisnya. Tapi aku sengajain ditaronya di belakang2. Yang baca ya paling2, yang saking ga ada kerjaannya, terus menelusuri planet atau blog ini sampe blakang2.. ataupun search di google.. ataupun udah pernah nge-add blog ini di googlereader atau tool semacamnya..

Jadi, ceritanya gini.. Di rumah mo baca buku2 bacaan, tp krn si adek lg ke Bogor, buku2 novel smacam Abarat yg mo gw baca berada di tempat yg 'aman' menurut dia. Mo baca 'khodijah', tp lg dipinjem. Mo baca novel2 lain, udah pada dibaca. Ada jg buku2 yang menurutku 'berat' dan sangat membuat mengantuk kalo dibaca.

Jadilah kutemukan buku 'Renungan Indonesia Raya', yang merupakan biografi eyang kakung (ayah dari ibu). dan di situ, aku sangat kagum sama eyang. Nama eyang itu sama dengan nama panglima besar di TNI, yaitu Soedirman. Tentu saja Jenderal Soedirman memiliki nama yang lebih besar dan lebih terkenal dibandingkan dengan eyang, karena kegigihan beliau dalam berjuang sampai2 masih memimpin pasukan walaupun sakit parah sampai2 ajal menjemputnya. Walaupun begitu, menurutku pribadi, eyangku jg tidak kalah hebatnya (hmm, subjektif banget.. biasaa, seorang cucu yang mengagumi eyangnya, hehe.. jd jangan tll dianggap lah)

Secara kebetulan, eyangku jg merupakan seorang TNI sperti Panglima Besar Soedirman, AD jg, dan beliau sudah mencapai tingkat Letnan Jenderal, yang artinya setingkat di bawah Jenderal.

Yang menarik, di halaman pertama bab 1, ada quote "diriku bukanlah benar-benar seorang militer, tapi aku 30 tahun hidup di dalamnya". Nah, katanya, eyangku itu mendapat julukan 'jenderal yang ulama'. Kenapa? Anda akan tahu nanti,, hehe..

***

Eyang pertama2 merupakan seorang guru di Normaal School. Beliau sangat cinta terhadap pendidikan dan mengajar, walau beliau sendiri mengakui tidak mahir mengajar. Lalu, mengapa beliau masuk militer? Karena menurut beliau, dalam situasi bangsa yg masih dijajah spt itu, Indonesia butuh banyak warganya yg memiliki keahlian militer. Nah, dengan beliau masuk militer, diharapkan beliau bisa menjadi contoh bagi murid2 dan anak2 didiknya untuk masuk ke militer jg.

Dan ternyata rencana beliau tercapai, banyak muridnya yang masuk ke militer. Melihat hal itu, eyang berpendapat bahwa tugasnya sudah selesai dan ingin mengundurkan diri dari militer dan kembali mengajar seperti biasa. Tetapi, pengunduran tersebut ditolak dan beliau tetap di militer.

***

Selama ini militer sangat identik dengan kekerasan, tapi tidak demikian dengan beliau. Beliau amat sangat tidak suka cara kekerasan. Sebisa mungkin, beliau menggunakan cara dialog dan beradu argumen. Sering beliau berselisih pendapat dengan atasannya, karena eyang tetep ngotot menggunakan cara damai.

Eyang juga terkenal sangat religius, dan rajin berda'wah. Beliau jg sempat mendirikan Pendidikan Tinggi Dakwah Islam/PTDI (beda dengan Perguruan Tinggi Dakwah Islam yg di Tj Priok). Sekarang organisasi tersebut sedang mati suri setelah para pendirinya meninggal dunia.

Efek dari sifat religiusnya, beliau sempat tidak dipercaya oleh Bung Karno karena dianggap tak akan bisa menjalankan NASAKOM dengan baik. Pada saat itu, Pak AH Nasution mengajukan 3 nama untuk menggantikannya sebagai KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat), yaitu Pak Harto, Pak Ahmad Yani, dan eyang. Namun, beliau tidak menjadi KSAD. Ada dua versi yang berbeda sebab beliau tidak menjadi KSAD, yang pertama adalah ditolak oleh Bung Karno, dan yang kedua adalah karena eyang menolak untuk diajukan.

***

Menurutku, eyang adalah orang besar. Tapi menurut beliau, beliau tidak ingin menjadi orang besar, tapi mendapat tanggung jawab yang besar. Dan beliau sendiri suka bingung mengapa banyak orang yang mengejar kedudukan dan jabatan. Padahal, kedudukan dan jabatan itu cuma di dunia aja, dan kl dapat fasilitas pun enaknya cm bisa dipake di dunia. Lalu di akhirat nanti, yang punya kedudukan lebih tinggi, tentunya akan semakin lama dan semakin banyak hal yang harus dipertanggungjawabkan. Apakah sudah yakin bisa mempertanggungjawabkan kepada Allah?

Dan saya juga baru tau kalo eyang itu salah satu pendiri MUI. Ceritanya pada tahun 1975 diadakan kongres nasional MUI pertama, nah, di situ dibentuk panitia untuk membentuk MUI (semacam PPKI gitu kali yaa...). Nah, ternyata eyang itu adalah ketua panitia nya. dengan anggota panitia yang menurutku adalah orang2 yang sangat2 capable, seperti Prof HAMKA,

Eyang juga sangat aktif dalam kegiatan pramuka. Beliau pernah menjadi andalan (nama jabatan -red) nasional di bidang pendidikan.

Walaupun sudah menjadi orang yg disegani, namun dapat dikatakan beliau sangat sederhana dan rendah hati. Beliau sangat memegang teguh prinsip 'semua manusia adalah sama, yang membedakan hanyalah ketakwaan kepada Allah'.

Pernah suatu kali saat ada acara pramuka, beliau mendapatkan kamar sendiri. Akan tetapi, beliau malah tidur di tenda dan memberikan jatah kamarnya kepada supirnya. Beliau nampaknya sangat sayang dengan supirnya itu (namanya Soedirman jg, seperti eyang. Tp lebih sering dipanggil dengan sebutan Pak Man atau Maman). Karena dalam wasiatnya, beliau menginginkan agar Pak Man tersebut dihajikan.

Menarik membaca tulisan beliau, karena beliau hampir selalu membubuhkan tulisan, baik itu dari AlQur'an, hukum negara, ataupun quote dari perkataan orang bijak sebelum menguraikan apa yang ingin beliau sampaikan..

Bangga rasanya punya eyang seperti beliau.. Hmm, bisa ga ya menjadi seperti beliau? Sedikit banyak, membaca hal tersebut saya menjadi sedikit PeDe, karena saya orangnya sangat tidak PeDe-an. Setelah membaca hal tersebut, menjadi inspiring rasanya..Ohya, dulu di blog ini aku pernah cerita tentang buku biografi eyangku.. Tapi pas itu lagi males ceritanya.. Nah, sekarang aku pengen cerita beberapa kisah yang ada di biografi itu.. Beberapa yang buat aku sanga terkesan sama beliau, dan membuatku menitikkan air mata karena terharu.. hehe..



************************



Berikut ini beberapa cerita yang membuatku sangat terharu, entah mengapa..

wafatnya
Jadi inget, pas beliau wafat, semua anak2nya lagi ada di Jakarta.. Bahkan aku, my mom, dan adikku jg lagi nginep di rumah beliau.. Beliau meninggal setelah sholat subuh.. Begitu mengetahui beliau meninggal, tentunya keluarganya sedih dan menangis.. Tapi tidak cuma keluarganya saja, tapi asisten rumah tangga dan supirnya jg sangat sedih.. Inget banget pas si mbo keluar dari kamar eyang sambil menangis hebat dengan mengatakan, “Bapak sedo, Man (kependekan dari Maman, supirnya eyang), bapak sedo…”… Terus semua asisten rumah tangga dan supir juga terlihat sangat sedih dan kehilangan.. Bukan hanyak kehilangan, tapi sangat kehilangan… mereka seperti merasa kehilangan ayah mereka sendiri..

FYI, semua asisten rumah tangga dan supir yang bekerja sama eyang pada awet semua.. yang mulai bekerja sejak baru lulus SMA, sampai sekarang sudah menjadi kakek/nenek.. Bahkan setelah beliau meninggal, asstRT dan supir masih bekerja pada keluarga besar..

kendaraan
Terus ada cerita lainnya..
Pernah pada sautu kali eyang menghadiri rapat.. Eyang saat itu sudah mendapatkan jabatan yg menurutku dapat dikatakan tinggi.. Lalu, pada saat selesai rapat, jika ada anak buahnya yang rumahnya jauh yang pulangnya bersamaan, suka diajak pulang bareng naik mobilnya.. Mungkin hal ini terdengar tidak istimewa.. tapi mungkin itu dapat diibaratkan bagaikan seorang direktur mengajak pulang bareng staf biasa..

Terus ya, bukan itu aja.. Di tengah jalan, jika memang rumah anak buahnya itu berlawanan dengan rumahnya eyang.. Maka di tengah jalan, beliau akan menyuruh supirnya untuk berenti di pinggir jalan.. Lalu beliau berkata pada supir dan anak buahnya itu kalau beliau mau mampir ke sahabatnya di dekat situ, dan menyuruh supirnya mengantarkan si anak buah tadi.. Padahal, u know what? Di sekitar situ sama sekali ngga ada rumah temennya eyang!!! Jadi, beliau pulang sendiri ke rumah naik kendaraan umum... (Duh, gw terharu nih pas nulis ini.. karena gw sendiri sama sekali ga pernah kepikiran, apalagi berbuat hal seperti itu.. but my eyang did!!)

Alasan eyang turun duluan adalah, jika beliau tetap di mobil dan mengantarkan anak buahnya, so pasti anak buahnya tsb habis2an menolak..

pramuka
beliau adalah seorang pengurus aktif pramuka nasional.. nah, kl jambore2 gt, biasanya beliau ikut dan mendapat jatah kamar.. tapi yang beliau lakukan adalah memberi jatah kamarnya itu pada supirnya.. dan beliau lebih memilih tidur di tenda.. kalo gw? hihi, jatah kamar orang lain kalo bisa gw embat jg.. hohohoho...

***

Padahal ya, jabatan beliau itu menurutku udah tinggi.. I mean, his bestfriends is our country's founder that I can guarantee that their name is very very well known to us.. Walaupun begitu, beliau masih mau untuk melakukan hal seperti itu untuk anak buahnya.. Gw akui, gw yang sekarang ga mungkin melakukan hal seperti itu..

Mungkin cerita ttg eyang di atas mungkin bukan merupakan hal yg istimewa utk orang2, termasuk Anda.. tapi setidaknya hal tsb istimewa utk saya ^^..

About me

  • M.Rabindra Surya aka Arya aka Rabz
  • Male
  • CSUI
  • Twenty
  • Maaf kalo ada postingan dengan bahasa Inggris kacaubalau. Lagi belajar ^^"