My Thoughts On..

L'endroit j'établis mon esprit -The Place I Lay Down My Mind-




3D Movies


E-mail this post



Remember me (?)



All personal information that you provide here will be governed by the Privacy Policy of Blogger.com. More...



Suatu film dapat dikatakan sebagai film 3D dapat dilihat dari beberapa sudut pandang. Biasanya yang dikatakan film 3D adalah film animasi yang menampilkan grafik2 bersifat 3D, seperti Toy Story, Shrek, Bug's Life, sampai film-film teranyar seperti Bolt dan Madagascar 2.

Selain itu, bisa juga yang dikatakan sebagai film 3D adalah film yang menggunakan teknologi khusus dalam menampilkan gambar, sehingga penonton dapat merasakan efek yang lebih *hidup* dari film tersebut. Tentunya kita masih ingat serial Remi yang waktu itu tayang di RCTI. Sewaktu itu para penonton `dihasut` untuk membeli kacamata 3D supaya bisa melihat tayangan tersebut dengan efek wow. Selain itu, ada juga miniseri komedi seperti likalikulakilaki, sampai Anak Ajaib yang menggunakan teknologi tersebut. Pada saat itu saya tidak berhasil memanfaatkan si kacamata, karena kok rasanya sama aja ya dibandingkan dengan tidak pakai kacamata sekalipun? hehe..



Beberapa pekan yang lalu, ada seorang teman yang mengajak saya untuk nonton film Journey To The Center of The Earth 3D. Terus katanya untuk nontonnya perlu pake kacamata 3D. Gw cukup excited, karena baru denger bahwa di Indonesia ternyata ada juga ya yang nontonnya perlu pake kacamata 3D, hehe. Walau begitu, gw rada pesimistis. Jangan2 hampir sama aja kayak yang di tipi-tipi.

Karena penasaran, saya pun akhirnya ingin mencoba untuk menonton film 3D, di mana yang sedia tayang pada saat itu adalah JTCE dan Bolt. Saya akhirnya memilih Bolt, karena film tersebut memperoleh review yang bagus dimana-mana.. hehe.. Terus dari mana dapat kacamata 3D nya? Seluruh penonton dipinjamkan kok, jadi tenang saja, dan tetap berdoa semoga pemakai kacamata yang sebelumnya tidak sedang terkena virus mata.

Begitu film dimulai, saya coba untuk tidak memakai kacamata 3D terlebih dahulu. Sapatau sama aja. Eh ternyata, film tersebut memang harus ditonton dengan kacamata 3D. Kalo engga, bakalan pusing banget.. Filmnya burem paraaaah.. Kalau kacamatanya digunakan, baru terlihat begitu hidup dan nyata. DAHSYAT!! Gw sampai merasa menjadi anak-anak lagi. hahaha.. Amazed nontonnya.. hehe..

Di Jakarta (atau mungkin Indonesia) sendiri, baru bisa ditonton di Plaza Senayan XXI dan Studio XXI @e'X. HTM nya sendiri lebih mahal dibanding film yang biasa, yaitu dua kali lipatnya. Cukup wajar sih, soalnya untuk menayangkannya perlu proyektor khusus. Dan yang perlu diperhatikan kalau mo nonton sama anak kecil, film tersebut tidak ada subtitles nya.. Tapi ngeliat gambarnya saja sudah sangat menyenangkan kok, hohoho..

Huwah, pengen lagi nih nonton film 3D, sampe search2 di Internet dan gw dapatkan film 3D yang akan rilis tahun depan.

Ohya, kalo film 3D IMAX itu kayak gimana ya? Dan kenapa teater IMAX di Indonesia cuma ada di Keong Emas TMII? Hmmm....

Labels: ,


13 Responses to “3D Movies”

  1. OpenID vidyanitakumalasari 

    wahhh....ada avatar....nonton yukss...

    btw kalo 3d imax tuh gapake kacamata bukan??soalnya kalo lo nonton di keong mas, ga dipinjemin kacamata kan ato mungkin juga karena epek layarnya yang super guede jadi kerasa real

    btw...pilem2 paporit gw taon depan 3d smuahhhhh...
    - avatar
    - ice age
    - harpot

    mari menabung bersama

  2. Blogger rabindra 

    iya, soalnya karena layarnya gede banget, proyektornya juga lebih banyak sih katanya..

    eh, pas itu lo nonton harpot di IMAX khan? bagus ga? maksudnya jauh lebih bagus dibandingin nonton di bioskop biasa? HTM nya berapaan yah?

    eh eh, emang avatar itu pilem kayak gimana?

    yukssss

  3. OpenID vidyanitakumalasari 

    avatar tuh pilem lucuuuu...bangetss...

    gw baca di situsnya imax, bukan cuman layarnya yang segede gaban, posisi kita duduk juga bahkan diatur

    ~situsnya flash smua, ga bisa gw kopi-paste in, udah gitu loadnya lama betttsssss......

  4. OpenID vidyanitakumalasari 

    lupa jawab yang harpot...

    yang harpot bagus karena harganya muahaallllll..... T______________T

    bayangin aja, gw tuh nonton harpot 4 yang seharusnya tiket ditempat biasa mungkin cuman 20 rebu...ini 40 rebu... per orang..hiks..hiks..hiks..
    gw nonton b3 pula sama nyokap & ade gw.. bokap nunggu di mobil...

    set dah...kapok gw nonton di imax keong mas, kecuali pilem2 biasa..

    ~lho ko malah bajak blog orang :D
    ~lanjutin di blog gw aja dah

  5. Anonymous kresna 

    Dari jaman gw smp kayaknya ada deh film 3D yang dipinjemin kacamata 3D sama bioskopnya.. =p
    Kalo gak salah spy kids 3D.

  6. Anonymous kunderemp 

    Imax itu resolusinya besar, sangat tinggi. Sehingga, gak perlu pakai kacamata khusus tetapi sudah terasa seperti beneran.

    Kalau nonton The Dark Knight di IMAX, katanya kalau takut ketinggian, bisa jadi mimpi buruk.

    Sayang banget, Keong Mas gak import TDK.

  7. Blogger rabindra 

    @kresna:
    tapi yang sekarang lebih oke Na.. *hahaha, ngotot*

    @kunderemp:
    really??? ckckck... Tapi IMAX di keong emas kenapa terkesan kurang dapat menarik orang-orang ya? apa karena letaknya yang di TMII? Padahal teater IMAX itu khan jarang2 ada.

  8. Anonymous icha 

    3D theater cuma ada di 2 tempat ya?? Di PIM ada g sih?

  9. Blogger rabindra 

    @Icha:
    di PIM sekarang juga udah bisa kok.. dan di beberapa tempat lainnya juga udah ada :)

  10. Anonymous maulana 

    nice info

  11. Anonymous retno 

    film 3D mang lg d minati byk org..naik daun d pngsa perfilman...

  12. Blogger Kresna 

    IMAX harus dibedakan dengan 3D. 3D artinya 3 dimensi, gambarnya terkesan keluar dari layar. Saat shooting, gambar yang sama direkam dengan 2 kamera dari sudut yg sedikit berbeda. Lalu pada saat pasca produksi (penyuntingan), dua gambar tersebut ditumpuk dengan sedikit digeser. Jadi kalau ditonton tanpa kacamata 3D, terkesan seperti tv rusak karena garis2nya dobel2.

    Mengapa gambar terkesan keluar dari layar? Mengapa harus pakai kacamata? Karena teknologi yg digunakan adalah dengan memisahkan apa yg dilihat mata kiri dan kanan. Karena itu digunakan kacamata khusus. Dulu kacamata 3D itu sebelah merah dan satunya hijau. Sekarang, secara kasat tidak kelihatan lagi perbedaan itu. Tapi prinsipnya sama, yaitu mata kiri dan kanan melihat citra (image) yang berbeda.

    Karena itu yang cuma punya 1 mata tak bisa melihat efek 3 dimensi ini.

    Nah, IMAX adalah film yang direkam dan diprojeksikan dengan format besar. Kalau film2 biasa yg di 21 menggunakan film format 35mm (sebesar film kamera still biasa). IMAX menggunakan format 65mm atau 70mm. Jadi 2x lebih besar sehingga resolusi sangat bagus.

    Tidak banyak teater Imax, biasanya 1 kota besar hanya punya 1-3 gedung saja. Di Malaysia, Indonesia, Thailand, Singapura, bahkan hanya 1 di seluruh negeri.

    Mengapa di Keong Emas tidak ada film 3D? Karena teater ini tidak punya proyektor 3D, hanya ada proyektor 2D. Jadi film Imax 3D tak dapat diputar di sini. Ketebalan resolusi gambar dalam film2 Imax 3D memang sangat luar biasa, jauh dibandingkan film 3D biasa di bioskop2 biasa.

  13. Blogger Little Caesars Near Me 
Leave a Reply??


About me

Categories

Previous posts

Archives

Links


ATOM 0.3

Powered by Blogger

make money online blogger templates



My Thoughts On.. is powered by Blogspot and Gecko & Fly.
No part of the content or the blog may be reproduced without prior written permission.