My Thoughts On..

L'endroit j'établis mon esprit -The Place I Lay Down My Mind-




3D Movies

13 comments

Suatu film dapat dikatakan sebagai film 3D dapat dilihat dari beberapa sudut pandang. Biasanya yang dikatakan film 3D adalah film animasi yang menampilkan grafik2 bersifat 3D, seperti Toy Story, Shrek, Bug's Life, sampai film-film teranyar seperti Bolt dan Madagascar 2.

Selain itu, bisa juga yang dikatakan sebagai film 3D adalah film yang menggunakan teknologi khusus dalam menampilkan gambar, sehingga penonton dapat merasakan efek yang lebih *hidup* dari film tersebut. Tentunya kita masih ingat serial Remi yang waktu itu tayang di RCTI. Sewaktu itu para penonton `dihasut` untuk membeli kacamata 3D supaya bisa melihat tayangan tersebut dengan efek wow. Selain itu, ada juga miniseri komedi seperti likalikulakilaki, sampai Anak Ajaib yang menggunakan teknologi tersebut. Pada saat itu saya tidak berhasil memanfaatkan si kacamata, karena kok rasanya sama aja ya dibandingkan dengan tidak pakai kacamata sekalipun? hehe..



Beberapa pekan yang lalu, ada seorang teman yang mengajak saya untuk nonton film Journey To The Center of The Earth 3D. Terus katanya untuk nontonnya perlu pake kacamata 3D. Gw cukup excited, karena baru denger bahwa di Indonesia ternyata ada juga ya yang nontonnya perlu pake kacamata 3D, hehe. Walau begitu, gw rada pesimistis. Jangan2 hampir sama aja kayak yang di tipi-tipi.

Karena penasaran, saya pun akhirnya ingin mencoba untuk menonton film 3D, di mana yang sedia tayang pada saat itu adalah JTCE dan Bolt. Saya akhirnya memilih Bolt, karena film tersebut memperoleh review yang bagus dimana-mana.. hehe.. Terus dari mana dapat kacamata 3D nya? Seluruh penonton dipinjamkan kok, jadi tenang saja, dan tetap berdoa semoga pemakai kacamata yang sebelumnya tidak sedang terkena virus mata.

Begitu film dimulai, saya coba untuk tidak memakai kacamata 3D terlebih dahulu. Sapatau sama aja. Eh ternyata, film tersebut memang harus ditonton dengan kacamata 3D. Kalo engga, bakalan pusing banget.. Filmnya burem paraaaah.. Kalau kacamatanya digunakan, baru terlihat begitu hidup dan nyata. DAHSYAT!! Gw sampai merasa menjadi anak-anak lagi. hahaha.. Amazed nontonnya.. hehe..

Di Jakarta (atau mungkin Indonesia) sendiri, baru bisa ditonton di Plaza Senayan XXI dan Studio XXI @e'X. HTM nya sendiri lebih mahal dibanding film yang biasa, yaitu dua kali lipatnya. Cukup wajar sih, soalnya untuk menayangkannya perlu proyektor khusus. Dan yang perlu diperhatikan kalau mo nonton sama anak kecil, film tersebut tidak ada subtitles nya.. Tapi ngeliat gambarnya saja sudah sangat menyenangkan kok, hohoho..

Huwah, pengen lagi nih nonton film 3D, sampe search2 di Internet dan gw dapatkan film 3D yang akan rilis tahun depan.

Ohya, kalo film 3D IMAX itu kayak gimana ya? Dan kenapa teater IMAX di Indonesia cuma ada di Keong Emas TMII? Hmmm....

Labels: ,


Merk yang sudah dianggap sebagai jenis benda

11 comments

Sebenernya sih yang bener itu 'Merek', bukan 'Merk'.. Tapi suka merasa jengah aja karena beberapa orang menyebutkan kata 'Merek' dengan /mérék/(seperti pada kata pepes), khan bisa menimbulkan tafsiran yang menyeramkan, hehe..

Lagi pengen me-list merk apa aja yang sudah begitu menyatu di kepala, sehingga diasosiasikan dengan jenis benda tersebut.

Contoh:
Pasta gigi, disebut dengan ucapan Odol. FYI, Odol kabarnya adalah nama merk yang terkenal jaman dulu, cuma sekarang sudah tidak diproduksi lagi.
Eh eh, setelah googling, kayaknya masih produksi cuma udah ga masuk ke Indonesia. Ini websitenya.

Snack, yang disebut dengan Chiki.
Popok bayi, yang disebut dengan Pampers.
Air minum dalam kemasan, yang disebut dengan Aqua.
Mie instan, yang disebut dengan Indomie.
Pembalut wanita, yang disebut dengan Softex.
Pembunuh serangga, yang disebut dengan Baygon.
Deterjen, yang disebut dengan Rinso (untuk sebagian orang).
Bahkan denger2, petromaks juga nama merk lampu templok. w000t!!

Hmm, apa lagi ya kira2?

Tambahan dari Pandows:
Correction fluid, yang disebut dengan Tipp-Ex. *damn! bahkan gw bingung membahasakan correction fluid. Cairan untuk membenarkan? :P*
Highlighter, yang disebut dengan stabilo.
Kertas tempet kecil2 *atau apapun itu namanya*, yang disebut dengan Post-it.

Hmm, gw jadi curiga kalo Pandu ngurusin bagian ATK. hahahaha

Labels:


Qurban

5 comments

Berkurban dalam pandangan Islam adalah perbuatan yang sangat dianjurkan. Kurban termasuk sunnah muakkadah. Artinya bukan sekedar sunnah (sebaiknya dilakukan) namun sangat baik dilakukan. Imam Nawawi mengatakan, berkurban lebih afdhol dari sekedar sunnah (Al Majmu', VIII hal. 341)

Kurban adalah hewan (berupa unta, sapi, atau kambing) yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ayat Al Qur'an di bawah ini menjadi dasar syariat penyembelihan hewan kurban.

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah." (Al Kautsar 1-2)

Ibnu Jarir mengartikan ayat tersebut sebagai berikut : "Jadikanlah shalatmu ikhlas hanya untuk Allah semata dengan sama sekali tidak mengharapkan kepada selain daripada-Nya. Demikian juga kurban yang kamu tunaikan, niatkanlah hanya untuk Allah, tidak untuk berhala-berhala, sebagai realisasi syukur atas apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu yang tak terhingga banyaknya."

Nah, untuk berkurban sendiri bisa dilakukan dengan berbagai cara, umumnya adalah ke masjid terdekat atau ke tempat penjual hewan kurban. Salah satu alternatif adalah dengan mengikuti program THQ (Tebar Hewan Qurban). Adik saya sendiri telah mengikuti program ini dari beberapa tahun lalu, dan bahkan sudah pernah saya tulis di postingan ini.

Selain itu, khususnya untuk tahun ini, harga yang ditawarkan oleh THQ tersebut sangatlah bersaing.. Seperti yang dapat dilihat di beberapa website seperti okezone, kompas, dan lain-lain. Harga kambing ukuran standar saat ini berkisar antara 900K - 1 juta rupiah. Sedangkan di THQ harganya hanya 770K rupiah. Keadaan yang sama terjadi dengan harga sapi. Mungkin salah satu penyebabnya adalah THQ memberdayakan peternak-peternak lokal yang dekat dengan tempat tujuan penyaluran kurban, sehingga biaya distribusi bisa ditekan.

Nah, kalo punya kelebihan rizki, yuk kita berkurban.. :)

Labels: ,



About me

Categories





Last posts

Archives

Links


ATOM 0.3

Powered by Blogger

make money online blogger templates



My Thoughts On.. is powered by Blogspot and Gecko & Fly.
No part of the content or the blog may be reproduced without prior written permission.