My Thoughts On..

L'endroit j'établis mon esprit -The Place I Lay Down My Mind-




In Memoriam: My Dearest Old Uncle

7 comments

Salah satu pakde saya telah meninggal dunia pada hari Selasa, tanggal 18 November 2008 jam 12.30 AM di RS Fatmawati Jkt. dalam usia 73 tahun (Lahir 11 Oktober 1935, Wafat 18 November 2008) karena pendarahan pada lambungnya.

jenazah almarhum saat dibawa dari rumahnya di Panglima Polim

Pakde Dayat merupakan kakak tertua dari ayah saya, dimana ayah saya sendiri merupakan anak ke-8 dari pasangan H. Syamsunu - Hj. Siti Sutarsih. Sebagai anak sulung dari sebuah keluarga besar (keluarganya tdd dari 10 bersaudara), pakde telah memberikan teladan yang baik bagi keluarganya tentang arti kerja keras dan pantang menyerah. Berbeda dengan keluarga dari Ibu, keluarga dari ayah dapat dikatakan bener-bener from zero to hero. Salut akan perjuangan mbah beserta anak-anaknya.

disholatkan di Masjid Pusda'i, Bandung

Mantan ketua umum ISFI (Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia) ini adalah salah seorang pakde yang teramat baik, dan merupakan salah satu pakde yang dekat dengan saya. Beliau adalah satu-satunya orang yang memanggil saya dengan nama Aryo. Dengan suaranya yang berat dan sambil menghisap cerutu, beliau memanggil saya: "Yo, Aryo.. Sekarang udah semester berapa?", dsb. Kalau berbicara selalu nggremeng. Hmm, bahasa Indonesianya nggremeng apa ya? Jadi ga jelas gitu, mirip saya juga yang kalo berbicara suka mungkin terlalu cepat sehingga orang lain menjadi sulit menangkap. Nah kalo udah begitu, biasanya saya hanya mengiyakan saja, hehe.

saat dibawa di pemakaman keluarga yang berada di TPU Cikutra, Bandung

Beliau juga merupakan pakde yang paling sering menanyakan kabar dengan menelepon saya, dan biasanya ngajakin untuk nginep di rumahnya di Cijeruk. Karena saya suka males nginep di sana, jadi biasanya saya tolak. Dan sekarang saya jadi menyesal karenanya :(. Oh, I'm gonna miss him A LOT!!


Keluarga yang ditinggalkan

Dapat dikatakan banyak dari keluarga yang berhutang budi (bahkan mungkin nyawa) kepada beliau. Seperti yang kita tahu, terkadang untuk mendapatkan suatu obat tertentu itu tidak mudah. Entah stok kosong, atau impor tersendat, dan sebagainya. Salah satu contohnya adalah waktu adik saya yang waktu masih berusia beberapa bulan terkena sakit diare akut dan diopname dalam jangka waktu yang cukup lama. Si adek pun memerlukan beberapa obat dan susu yang saat itu sangat sangat sulit diperoleh di pasaran. Alhamdulillah dengan bantuan pakde, adik saya terselamatkan.

Raker BEM Fasilkom UI 2007/2008 juga meminjam tempatnya di Cijeruk. Saat itu pakde terlihat amat senang, dan membantu begitu banyak. Sangat ingat waktu penutupan, beliau sempat bercerita panjang lebar kepada kami tentang kisah hidupnya dahulu.

Begitu banyak yang bisa dicontoh darimu, pakde. Mudah2an saya bisa mengikutinya. Dan semoga pakde mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Amiiiin..

===============================================================

Saya mencoba search di google, dan ternyata ada hasilnya seperti berikut ini:


DRS. H. IMAM HIDAYAT
APOTEKER YANG HOBI MEMBUDIDAYAKAN
TANAMAN LIDAH BUAYA

Menjadi Apoteker yang bermanfaat

"Saya ingin menjadi Apoteker yang bisa bermanfaat bagi masyarakat," begitulah sepenggal kata dari Drs. H. Imam Hidayat, saat beliau diwawancara di rumahnya dan kebunnya di kawasan Cijeruk, Jawa Barat. Mantan Ketua Umum ISFI dan mantan Direktur Utama Kimia Farma yang juga Purnawirawan Laksamana Pertama Angkatan laut ini bahkan mengaku tidak berminat untuk berkecimpung di apotek karena kekhawatiran jika beliau tidak bisa memberikan contoh yang terbaik bagi profesi farmasi.

Sosok Imam Hidayat, adalah sosok pekerja keras. Semasa muda, beliau pernah mencicipi berbagai jenis sekolah, mulai dari sekolah keuangan sampai management. "Sebenarnya dulu saya tertarik menjadi tentara, dan memiliki keinginan masuk AKABRI," katanya menambahkan. Beliau juga pernah ingin masuk Kedokteran Angkatan Darat (AD), namun karena dianggap dokter saat itu sudah sangat banyak, beliau pun mengikuti saran lain yaitu masuk ke jurusan Farmasi FMIPA ITB pada tahun 1955 di Bandung. Dari sinilah perjalanan kehidupannya sebagai apoteker mulai dijalani. "Awalnya saya merasa bosan kuliah di farmasi, tapi saya sudah mengambil keputusan, jadi harus tetap dijalani. Saya bahkan tidak suka sama pelajaran biologi dan farmakognosi," katanya sambil tersenyum.

Bapak Imam, begitu biasa beliau disapa memang seorang yang aktif, semasa kuliah dulu, beliau banyak aktif di banyak kegiatan salah satunya mengisi Assistensi di Universitas Padjajaran Bandung. Selain itu beliau pun pernah berjualan alat-alat labor. Sifatnya yang pantang menyerah membuat beliau terdidik untuk mandiri.

Lepas dari Universitas, beliau mulai menjalani profesinya. Beliaupun sempat dikaryakan di Depkes dan kemudian pernah menjadi kepala logistik, laboratorium dan Litbang. Pada awal kelulusannya, beliau mengaku tidak pernah sempat terjun ke apotek. "Bagi saya Apotek adalah idealisme, dan jika saya terjun ke sana saya harus benar-benar bekerja di sana," katanya kemudian. Barulah kemudian beliau di-hired untuk menjadi Apoteker di Kimia Farma Apotek. Tidak ingin menyia-nyiakan posisinya, maka selama menjabat sebagai Apoteker di Kimia Farma, beliau mulai membuat sistem baru, dan sistem itulah yang berlaku sampai sekarang. "Mengaplikasikan suatu sistem yang baru memang tidak mudah, saya sempat mengalami tekanan, namun saya ingat prinsip saya, just do the best," katanya tegas.

Perjalanan karir beliapun terus meningkat, pada tahun 1987, beliau menjadi Direktur Umum PT. Kimia Farma dan tahun 1989 menjadi Direktur Utama. Selama masa karirnya, beliau tidak pernah berhenti belajar, bahkan beliau mempelajari mengenai filosofi secara otodidak. Hal ini juga berkaitan dengan hobinya yang sangat suka membaca dan menulis. Banyak sekali hal-hal yang ingin diberikan kepada profesinya, namun yang terpenting, beliau ingin kelak tidak hanya bermanfaat untuk profesinya tapi juga untuk masyarakat banyak.

Berkebun Lidah Buaya, Tidak Hanya Sekedar Hobi.

Perkembangan dunia kesehatan saat ini memang sangat cepat, Industri-industri farmasi pun mulai menunjukan kemajuan. Bahkan bukan hanya di industri obat sintetik dan kosmetik, industri obat tradisional, herbal dan fitofarmaka pun mulai diperhitungkan. Banyak beberapa peneliti dari universitas terkemuka saat ini mulai gencar melakukan penelitian terhadap khasiat suatu tanaman, dan kemudian beberapa pengusaha mulai melakukan pengembangan terhadap hasil penelitiannya tersebut. Salah satu orang yang juga tertarik pada pengembangan tanaman obat ini adalah Bapak Imam Hidayat, yang saat ini mulai concern untuk mengembangkan tanaman lidah buaya, padahan di masa kuliahnya beliau sama sekali tidak menyukai pelajaran biologi dan farmakognosi.

Ada beberapa alasan mengapa Laksamana Pertama TNI (Purn) ini akhirnya banting setir dan mulai mengelola perkebunan Lidah Buaya. Selain dikarenakan hobi, beliau merasa pekerjaan inilah yang paling pas untuk beliau jalani. "Kalau di Apotek saya harus ada tiap hari, kalau tidak berarti saya mewariskan hal yang salah pada anak-anak saya. Terus terang hati nurani saya menentang itu semua," katanya saat itu. Karena itu jugalah akhirnya pemilik perkebunan lidah buaya di daerah Cijeruk kabupaten Bogor ini pun mulai mencari pekerjaan lain yang bermanfaat, selain juga untuk mangisi hari-harinya.

Ketika Redaksi MEDISINA mendatangi kediaman beliau, tampak perkebunan lidah buaya yang sangat luas. Lidah buaya yang ditanam pun berbeda dengan lidah buaya yang biasa di dapatkan diperumahan atau di jalanan. Ukuran Lidah buaya milik Bapak Imam sangat besar dan lebih kokoh. Menurut beliau, Lidah buaya yang beliau miliki adalah lidah buaya yang terbukti memiliki khasiat lebih untuk kesehatan. Karena manfaatnya itulah, beliau akhirnya menekuni usaha lidah buaya ini dan mulai menjadikannya sejenis Home industry.

Saat ini, hasil dari perkebunan Lidah Buaya milik Bapak Imam mulai bisa dinikmati. Dengan teknologi yang sederhana, beliau telah membuat ekstrak lidah buaya itu dan mulai mengemasnya sehingga mudah digunakan. "Lidah buaya ini banyak sekali kegunaanya, salain untuk obat penyubur rambut, lidah buaya yang saya produksi juga bisa digunakan untuk mengobati gatal-gatal dan menyembuhkan rematik,"katanya menjelaskan. Saking tertariknya, para tim majalah MEDISINA pun boleh mengambil beberapa tanaman lidah buaya yang sudah dikemas. Lumayan sekali untuk persedian di rumah jika mengalami gangguan gatal dan rematik.

Ternyata, Bapak Imam tidak hanya memanfaatkan lidak buaya untuk pengobatan, tetapi juga untuk bahan makanan. Tak ayal, saat di rumanya, Tim MEDISINA kemudian disuguhkan minuman dingin lidah buaya. Enaknya lagi, selain menyegarkan, lidah buaya buatan Bapak Imam juga menyehatkan. Disamping budidaya lidah buayanya yang mulai berkembang, beliau juga memiliki usaha lainnya, "saat ini saya juga memiliki peternakan, diantaranya peternakan ayam dan ikan," tidak tanggung-tanggung, tim MEDISINA pun boleh mencicipi hidangan ikan bakar hasil dari peternakan ikannya.

Yang pasti, di masa tuanya, satu yang tidak pernah beliau lupakan yaitu membantu masyarakat di sekitarnya. Sosok ayah yang dermawan ini juga selalu ingat dengan prinsip beliau yaitu selalu berzikir, berpikir dan berbuat (beramal). Tim MEDISINA selalu mendoakan kesuksesan beliau (Vta/Mta/Dni).

Labels:


before it all goes away

5 comments

I am tryin to keep it all together
While the time it slips away and I know nothing last forever
Imagine there was no tomorrow and imagine that I couldn't see you face
There would be no limit to my sorrow 'cause there's nothing that could fill that space
I don't wanna put it off for too long, I didn't say all that I had to say
I wanna take my time and right the wrong before we get to that place

I wanna tell you something, give you something, show you in so many ways
'cause it would all mean nothing if I don't say something before it all goes away
Don't wanna wait to bring you flowers and waste another hour let alone another day
I'm gonna tell you something, show you something, won't wait till it's too late

Just a simple conversation and just a moment is all it takes
I wanna be there just to listen and I don't wanna hesitate
I don't wanna wait till the storm and something wrong and now you're gone and I can't find you

from "Tell You Something" by Keys, Stevenson, Haney, Brothers, Green, Mostyn..

==============================================================

Untuk kedua kalinya dalam tahun ini, gw merasa sedih denger kalimat2 di atas.
Ya, karena gw merasa belum melakukan sesuatu yg terbaik kepada orang2 yang gw cintai tersebut, akan tetapi mereka tiba-tiba meninggalkan gw untuk selama-lamanya.
it would have soo much beautiful if I had applied those words.

Show them that you love, show them that you care!


Wedding in Jogjakarta

2 comments

**PERHATIAN: setelah saya melakukan reread tanpa koreksi, saya mengakui bahwa kualitas tulisan pada postingan ini dapat dikatakan sebagai salah satu yang terburuk selama saya menulis blog. Strukturnya sangat kacau, dan bahkan saya pun sulit memahami beberapa kalimat yang ada di dalamnya. Walaupun begitu, saya tidak berkeinginan untuk mengoreksinya. Biarkan saja. Lagipula, postingan kali ini hanya berfungsi sebagai catatan perjalanan yang pastinya tidak penting untuk khalayak ramai :) Terima Kasih**


It's been A LONG TIME since the last time I updated this blog..
Many things had happened, but very little from those quite worth it to be shared.

Okay, one story I wanna tell is about my cousin's wedding ceremony, held on September 08 in Jogjakarta. The wedding ceremony had been prepared since MONTHS ago. May be almost one year, if I'm not mistaken. I really waited for this occasion. Since initially, we planned to rent a bus, then depart together with one big family from jakarta to jogja. But,the implementation was quite different. for the sake of efficiency and effectiveness, I'll use Bahasa from now on. Soalnya setelah dibuat outline nya, cukup panjang juga yang mau ditulis. And u know, terkadang-kadang saya senang bertele-tele dalam menyampaikan sesuatu.. Hahaha.. Soo, just skip this post, except if u have lotta time to be consumed.. *grin*

Okay, jadi rencana untuk naik bis bersama-sama dibatalkan.. Karena keluarga besar kami tidaklah sangat besar. Plus banyak juga yang sibuk, sehingga untuk berangkat bareng-bareng naik 1 bis sepertinya sulit untuk diwujudkan karena jadwal yg beda-beda. Lagipula sayang aja kalo udah nyewa bis tapi isinya kosong melompong. Jadilah pada berangkat sendiri-sendiri sesuai dengan jadwal masing2 dengan naik pesawat dan kereta api. Saya sendiri lebih memilih naik kereta api, karena sudah lama sekali sejak saya terakhir kali menaiki ular besi itu (KRL ngga masuk dalam hitungan ya..). Kalo ga salah terakhir kali itu saya naik parahyangan (mungkin) pas SMP. Padahal pas SD, gw tergolong sering naik kereta api (walau ga sering-sering amat juga sih).. Salah satu yg gw berkesan dari naik KA pas itu adalah tisu basahnya, hahaha.. Entah aja, gw seneng banget nyiumin bau tisu basah itu, yg tak lain dan tak bukan adalah bau eau de cologne. Terus pesen makanan berupa bistik (yeah, not beef steak) atau nasi goreng dengan saus tomatnya.

Terus dulu sempet heboh pas keluar kereta argo-argoan: argo gede, argo lawu, argo bromo, dsb yang diklaim lebih cepat dibandingkan dengan yang biasa. Dengan kereta pamungkas yaitu argo bromo anggrek. Well, dulu sempet ngerasain pas argo anggrek baru2 keluar.. Dan gw mengakui kalo itu kereta bisa dikatakan sangat memuaskan. Wangi banget, terus dipasang anggrek dimana-mana. Mo buka pintunya aja mesti teken tombol.. Tapi denger2 sekarang udah jauh menurun ya? Entahlah, dah ga pernah naik lagi.. Hehe.. OOT ya? Emang.. Biarlah, daripada mesti buat 1 postingan lagi yang isinya tentang kenangan ga penting gw akan kereta api.. Hahahaha…

Okay back to topic…. Rencananya gw akan naik kereta api, akan tetapi saya diminta untuk berangkat bareng2 kloter pesawat bersama dengan adek (dia ada UTS, jadi ga bisa dateng cepet2), budhe, dan beberapa orang eyang. Huhu, padahal udah ngarep banget naik kereta api. Tak apalah, toh gw pulangnya akan numpak sepur.. Yayyy…


Sabtu

Jadilah hari sabtu pagi, gw memesan taksi express (cari yang tarif bawah dong..) untuk menjemput di rumah jam 05.15. well, emang sih rada kepagian. Tapi gapapalah, soalnya si bude minta ktemuan di airport jam setengah 8. ga enak aja kalo beliau sendirian nungguin kami..

Si supir taksi kayaknya lagi kerajinannn… coz dia jam 4.45 udah dateng!!! Hehhh.. Dan di saat itu adek gw bahkan belom mandi.. Hahahaha… jadilah dia cukup kalang kabut.. Padahal sih biarin aja, salah sendiri si supir taksi dateng kepagian. Huehehehehe….

Jadilah kami berangkat dari rumah jam 05.20, setelah sarapan ayam goreng buatan si mba.. *gw bahkan sempet kekenyangan di pagi hari, hahahaha. Parah ah..* destination: blok m. ke tempat terminal damri nya, which I didn't exactly know where it was. Tapi masa' sih supir taksi ga tau? Hahahaha… so I relied on him.. :P. dan akhirnya kami sampe terminal damri blok m dengan selamat sentausa.

Berdasarkan hasil riset yg telah saya lakukan di internet pada malam sebelumnya, bis damri berangkat setiap setengah jam sekali, dengan tarif 20rb/ orang. Berhubung kami sampai di terminal sekitar jam 5.40, berarti si bus paling cepet berangkat 20 menit kemudian. Waktu kami akan naik ke bis, tiba-tiba ada supir taksi yang menghampiri kami. Dia menawarkan jasa taksi dari blok m ke bandara dengan biaya 60ribu flat (udah termasuk tol). Sebenernya sih gw ga terlalu buru2, tapi 60ribu is so cheap maan.. Cuma beda 20ribu dengan damri (kami berdua, berarti harus bayar 40ribu kalo naik damri). Ya sudahlah, biar lebih cepet dan sekalian bantuin dia juga.. Hehehe..

Kami sampai di bandara soekarno hatta sekitar jam 7 (kayaknya sih lewat dikit), dan ternyata si bude sudah sampai duluan di sana… hoho.. Akan tetapi, kami tak bisa buru2 check in karena bahkan loket kami belom dibuka.. Huwaaa… jadilah kami menunggu ngalor ngidul ga jelas di situ, hihihi. Jam 8 kurang, barulah tu loket dibuka sehingga kami bisa check in. tak lama sebelum loket dibuka, eyang2 sepuh tersebut juga datang. Jadilah kami 7 orang berombongan.. Hehe..

**gw sadar kalo struktur tulisan gw sangat amat jelek.. Bahkan gw sendiri merasa ada yang salah dengan gaya penulisan gw. Efek karena udah lama ga nuliskah?** biarlah, hajar bleh saja dulu.. Hohoho…

Pesawat kami dijadwalkan untuk berangkat jam 9. suara dari speaker ruang tunggu c3 baru berkoar-koar pukul 8.50. dan kami pun langsung memasuki pesawat via trunk. Perkiraan gw, si pesawat akan berangkat jam 9.15. eh tapi ternyata si pramugari malah memberitahu kalo ada kesalahan teknis dengan pesawat, dan diperkirakan pesawat baru akan berangkat pukul 9.30. ugh, I hate the word 'kerusakan teknis', apalagi pas udah berada di dalam pesawat!! Tampaknya kerusakan teknis adalah hal yg biasa dan that's really okay for them. Hiks..

Akhirnya si burung besi terbang pada pukul 09.30 meninggalkan kota jakarta. Kalo terbang sebentar ternyata emang ga dikasih makanan ya, hehe. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit, dan alhamdulillah kami tiba di bandara adi sucipto dengan selamat. Ohya, masa' ya.. Khan sesaat setelah landing seperti biasa si pramugari akan memberikan info seperti suhu, waktu setempat, dsb. dia bilang waktu antara jakarta dan jogja beda 1 jam? Waduh, yo opo rek…

Di adi sucipto, kami dijemput oleh pa sugeng dan pa rono. Mereka adalah driver dari rental yg kami gunakan.. Dari bandara, kami langsung menuju mess jalawira dan mess jalaputra milik Angkatan Laut.. Di sana ternyata keluarga saya sudah hampir lengkap, lagi pada mempersiapkan diri untuk acara siraman.. Dan tentunya sudah tersedia makan siang, hohoho.. Makan siangnya berupa sejenis lontong cap gomeh..

Well, mess milik AL tersebut ternyata bagus, dan gw sama sekali ga nyangka.. Hahaha.. Soalnya biasanya khan mess terkesan 'biasa' cenderung ke kurang terawat, atau setidaknya 'so so' lah.. Tapi saya begitu terkesan dengan mess ini, bahkan dapat dikatakan lebih bagus dibandingkan dengan Wisma MM (magister manajemen) di jogja, dengan harga yang relatif sama. Bedanya mungkin hanya di sarapan. Kalo di mess AL, sarapan hanya berupa telur dan roti. But I think it's not a big deal.. :). Ohya, alasan kami memilih mess adalah supaya kami bisa menjalankan acara siraman. Kalo di hotel, selain mahal, pastinya akan lebih ribet. Sedangkan kalo di rumah sodara, maka khawatir akan merepotkan. Selain itu yang menginap juga cukuplah banyak.

Setelah istirahat bentar, harus segera bersiap-siap karena acara siraman dimulai jam 2-3an. Dresscode untuk saya siang itu adalah pakaian batik…. Sebelum acara siraman dimulai, kami makan makanan pre-siraman dahulu, hoho.. Makannya soto bangkong. Sayangnya, gw masih cukup kenyang karena baru lunch beberapa jam sebelumnya… tapi tetep aja, berhubung ada sate telor puyuh, gw memakannya dengan lahap.. Padahal katanya itu JAHAT banget, gudang kolesterol euy.. >.< style="font-weight: bold;">acara midodareni, dimana saya kali ini pakai PKJ (pakaian khas jatim). Bagi yang belom tau, bajunya rada mirip baju safari warna hitam lengan panjang, terus pake 'kuku macan', dan juga pakai songkok hitam. Kami sebagai pihak keluarga CPP, akan mendatangi kediaman CPW untuk memberikan peningset, perkenalan keluarga, dsb. Saya ke sana naik bis sewaan bersama keluarga yang lainnya. Kediaman CPW sendiri berada di perumahan dosen UGM di bulaksumur, berhubung sang ayah dari CPW merupakan dosen UGM. Sehari sebelumnya, saya udah baca di internet bahwa di jogja terdapat angin putting beliung yang memporak porandakan perumahan dosen ugm. Well, gw udah menduga kalo akan berefek pada rumah CPW, akan tetapi ga nyangka kalau efeknya begitu besar.

Jadi, waktu malam itu kami pergi ke sana.. Kompleks dosen UGM sangat teramat gelap.. Gw sampe mikir, "ini kita mau ngapain sih? Ko kayak masuk ke hutan-hutan gini?". Wajar saja, karena masih banyak pohon-pohon tumbang yang belom sempat dipindahkan.. Setelah beberapa saat, barulah kami melihat cahaya.. Dan waow, rumah yang lampunya nyala hanyalah rumah sang CPW, dan tentu saja hal itu disebabkan pihak keluarga menggunakan genset demi kelangsungan acara..

Telisik punya telisik, angin putting beliung tersebut sempat merubuhkan tenda yg sudah berdiri di rumah tersebut. Waktu angin putting beliung terjadi, pak dosen sedang berada di Grha Sabha yang terletak tak jauh dari rumahnya. Akibat angin putting beliung tersebut, banyak pohon (kecil bahkan besar) yang bertumbangan. Bahkan jalan masuk menuju rumahnya pun sempat tertutup beberapa pohon yang tumbang. Syukurlah rumah beliau tidak kenapa-kenapa, hanya tenda yang sempat jatuh..

Pada malam midodareni, tenda sudah berdiri dengan anggun dan dekorasi yang amat cantik. Tak tampak tanda-tanda rumah tersebut telah berjuang menghadapi angin putting beliung beberapa hari sebelumnya. Tampak begitu unik dan takjub jika membandingkan kondisi rumah CPW malam itu dengan kondisi sekelilingnya yg begitu gelap dan cukup berantakan.

Waktu baru masuk, yang kami lakukan adalah memberikan peningset kepada keluarga CPW. Peningset itu semacam pemberian atau istilah kasarnya kayak kotak upeti yang diberikan oleh CPP kepada CPW. Isi dari peningset itu sendiri bisa bermacam-macam, mulai dari kosmetik, pakaian, makanan, kue, dan sebagainya. Tapi kemaren rada unik, karena salah satu peningsetnya adalah laptop!! Huaa,, gw jadi mupeng.. Ckckck, memang zaman udah berubah. Ohya, saya juga waktu itu kebagian bawa peningset juga lho.. Hohoho..

Setelah peningset diberikan, acarapun dimulai.. Pertama-tama perwakilan dari pihak CPP menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke rumah CPW, dan nantinya pihak dari CPW pun menjawab. Yah, bisa dikatakan basa-basi sih.. Hehe. Sebenarnya sih oke2 saja, tapi masalahnya itu semua disampaikan dengan bahasa jawa kromo inggil.. Oh my.. Setelah maksud dan tujuan diutarakan (karena letaknya di selatan kali ya.. xP), acara pun dilanjutkan.

Terus ada kisah kembar mayang yang dibawakan oleh 2 orang (yang mungkin adalah dalang). Mereka berdua berdialog yang isinya menceritakan kisah kembar mayang. Gw sama sekali ga ngerti isinya, tapi pas denger intinya sih sepertinya bagus. Bagaimana kehidupan berumah tangga itu, ga boleh egois, dan sebagainya. Lagi2 hal ini diceritakan dengan kromo inggil. Keluarga saya yang berasal dari jawa timur pun sebagian sebar ga ngerti, terutama yang golongan muda-cukup tua. Mereka hanya mengerti sekitar 25-50 persen saja. Yang ngerti hanyalah golongan sepuh yang berusia di atas 60 tahun. Yang muda-muda hanya bisa tepar bin ngantuk di kursi belakang.. Hohoho.. Manalagi tu kisah memakan waktu cukup lama, 1 jam ada kali.. Kisah itu diiringin dengan gending live, dan penuh dengan bunyi terektektek, dsb. :P

Orang tua dari CPW lalu menyampaikan sepatah dua patah kata, yang gw ga ngerti artinya (again). Terus nanya ke CPW apakah bersedia untuk dipinang, dan tentu saja CPW, yang dipingit di dalam kamar karena tak boleh bertemu dengan CPP, mengatakan Iya.. Hehe.. Setelah itu ortu CPW memberikan minum kepada CPP. Setelah itu, ibu2 dari keluarga CPP dipersilakan untuk liat2 kamar pengantin sekaligus bertemu dengan CPW.

Acara utama: makan-makan :P. yang saya suka adalah bakmi jawa nya. Dan gw curiga kalo itu catering itu belinya bakmi kadin.. Hmmm… CPP sendiri ga boleh makan. Jadi Cuma boleh duduk aja nungguin yang lain pada makan.. Hahahaha.. Abis acara makan2, pamitan dan langsung chao balik ke mess.. =D. ohya, pihak CPW pun memberikan semacam balasan atas peningset yang diberikan, dimana salah satu isinya adalah pakaian akad nikah.

Sampai di mess, ternyata kotak yang isinya pakaian akad nikah belom sampe dan keberadaannya tidak teridentifikasi.. Dan sontaklah CPP menjadi panik.. Hahaha.. Menurut salah seorang sepupu yang diserahi kotak baju akad, setelah menerima dari pihak CPW, ia memasukkannya ke dalam salah satu mobil innova warna hitam. (padahal pas itu ada 3 mobil innova hitam xD, dimana 2 mobil di antaranya adalah mobil sewaan). Celakanya, mobil2 tersebut sudah kembali pulang ke tempatnya masing2, karena waktu itu juga sudah larut malam. Ditelponlah driver2 tersebut, dan mereka diminta untuk memeriksa apakah ada kotak yang tertinggal di mobilnya.. CPP udah uring2an aja.. Ya iyalaaah, gila aja baju akad nikah untuk dipake keesokan paginya belom diketahui rimbanya. Walau kemungkinan hilang kecil, tapi khan tetep aja…

Rasa berdebar-debar ternyata tidaklah cepat berakhir, salah satu driver mengatakan bahwa kotak tersebut tidak ada di mobilnya. Sedangkan sepupu gw yg meletakkan ke dalam mobil rada2 lupa mobil manakah yg mengemban pakaian tersebut. Satu driver harapan terakhir juga sedang terjebak macet, sehingga tidak dapat mengecek dengan segera. 10 menit kemudian, barulah si driver menelpon, dan katanya ……….. ADA.. Alhamdulillah banget.. Kami semua langsung bernapas lega. Si driver kami minta tolong untuk kembali ke mess. Wajah CPP pun menjadi kembali berseri-seri.. Hehe..

Minggu…

Siap2 dari pagi hari.. Karena jam 7 rencananya udah berangkat dari rumah untuk pergi ke tempat acara akad nikah dilangsungkan.. Untuk menjaga stamina, kami tentunya sarapan nasi kotak terlebih dahulu. Sebenernya sih rada2 males mo makan pagi, apalagi makanannya berupa nasi box yang porsinya sudah fixed. Akan tetapi, penganan berupa nasi uduk dan telor pindang itu akhirnya tandas juga.. Hahaha..

Rencana awal mengatakan bahwa kami seharusnya udah berangkat sejak jam 7, akan tetapi karena satu dan lain hal menjadi diundur. Baguslah, karena persiapan bisa dilakukan dengan lebih matang. Misalnya saja menghias2 maskawin dan sebagainya, sehingga jadi lebih apik. Saya sendiri kebagian bawa salahsatu maskawin yang kotaknya paling berat -__-" (menjadi tumbal deh gw). Selain itu, acara pembagian kendaraan pun juga memakan waktu yang cukup lama. Maksudnya pembagian kendaraan di sini itu adalah mengatur anggota keluarga untuk menaiki kendaraan yang sudah tersedia (bukan kasih2 mobil lho yaa.. )

Dresscode untuk saya pagi itu masih tetap PKJ, hoho.. Terbilang menyenangkan jika dibandingkan dengan beskap, apalagi kalo udah pake jarik.. Eugh, buat jalan aja susah.. -__-"

Acara akad nikah pun dilangsungkan di kediaman CPW. Dimulai dengan pembacaan biodata2, terus khutbah nikah, ijab kabul, doa, dan penandatanganan dokumen. Abis itu dilanjutkan dengan acara adat: seperti basuh kaki, serah terima pengantin, dsb.. (gw baru tau kalo pas acara ijab kabul, ortu dari CPP *boleh* ga ngikutin acaranya). Setelah itu, saya kebagian tugas bawain sanggan (pisang yang udah dihias2 gitu.. Lagi2 kebagian ngangkat yg berat2.. Huhu). Setelah itu ada acara saweran.. Hoho.. Dan beda banget ya kalo di jogja. Orangnya pada kalem2 semua, padahal biasanya mah udah rebutan saweran engga yg tua engga yg muda.. Hahahahaha… Setelah acara2 tersebut dilangsungkan, lanjut ke acara sungkeman, dan abis itu para tamu dipersilakan untuk memberikan ucapan selamat kepada PP, PW, dan keluarga..

Acara makan2, ya begitulah =P. *dah mulai capek nih nulisnya*. Paling rada sebel aja karena pas baru ambil nasi bakar, eh udah disuruh pamit.. :((.. Ga jadi deh makan nasi bakar..

Back to Mess, istirahat bentar.. Abis itu ngider sebentar. Ke bakpia 29, dimana kita bisa liat proses pembuatannya secara langsung dan dengan mba2 yang ramah2. terus makan di SS aka Super Sambal.. Owalaah, udah jauh2 ke jogja, makanannya SS juga yang notabene di depok juga ada..

Gw sendiri sih belom pernah ke SS yang ada di jakarta, so it's fine lah.. Tadinya mo mang engking yang di jogja juga, akan tetapi sayang sekali ada spupu yang ga boleh makan udang, jadi batal.. Hehe.. SS menjual berbagai jenis penganan sambal, kayak sambal bajak, terasi, gobal gabul, tomat, dsb. Sambal gobal-gabul itu isinya campur2, jadi kayak semua macam sambal yang dimiliki oleh SS dicampur di situ, hehe.. Saya sendiri pesen sambel tahu, yang rasanya PEDES ABIZ!!! Langsung deh keringat bercucuran.. Rasa sambalnya enak, dan rasa lauknya juga sedap (mungkin karena pengaruh sambal. Pokoknya puas..)

Harganya juga sangat terjangkau.. Harga sambal berkisar antara 1000-2500 per porsi (dan kurasa 1 porsi per orang adalah cukup). Harga lauknya juga murah. Nasi putih @2000 per orang, sepuasnya!! Harga minum juga murah. Contohnya saja jus jambu ukuran besar harganya Cuma 3000 rupiah.. Murah bettttttttt..

Ohya, sebenernya sih pengen nyobain makan cak koting. Denger2 sih sambelnya lebih nampollll.. Yah, may be next time.. Hehehehe.. Abis makan dari SS, kami balik ke mess. Karena si adek mesti beres2, dia mesti ngejar pesawat ke jakarta sore itu.

Malamnya ada cara resepsi di Grha Sabha, dekat rumahnya PW. Grha Sabha nya UGM mungkin seperti Balairung di UI Depok atau Sabuga ITB di Bandung, jadi acara wisuda untuk UGM dilaksanakan di tempat tersebut. Entahlah bagaimana dengan di ITB, kalo di UI sendiri kayaknya ga pernah ada acara nikahan di Balairung. Kalo Grha Sabha, sepertinya acara tersebut cukup sering digunakan sebagai tempat perhelatan resepsi pernikahan..

Kali ini, saya memakai beskap lengkap dengan keris. yang bikin males tentu saja pakai jarik, sehingga geraknya gak bisa leluasa. terus ada keris yang ngebuat repot kalo mau duduk. blangkon sewaan yang berpotensi menularkan kutu, dan juga selop sewaan yang ga ada empuk-empuknya..

Saya sendiri sangat senang dengan dekorasi ruangannya yang didominasi dengan warna merah segar. Makanannya pun enak2, dan sangat berkecukupan (bahkan kebanyakan). Waktu tamu-tamu udah pada pulang pun, makanan2 tersebut masih banyak dan lengkap!!! (minuman softdrink yg biasanya cepet abis pun masih banyaaaaaaaak banget, begitupun makanan di stand2 pun masih melimpah ruah. Seperti baru disentuh setengahnya). Tapi apa daya, perutku pun tak cukup lagi walaupun tidak merasa kenyang (hahahaha, lagi maruk kali ya..). Tapi tentunya saya mesti sadar diri. Sadar diri? Hahaha. Entahlah itu kata yang pas atau tidak, karena waktu lagi duduk2 di ruangan VIP saja saya masih nyomot2.. LOL.

Senin

Keesokan paginya, jalan2 di sekitar Mess, dimana bertemu dengan Museum Jenderal Soedirman *sayangnya waktu itu lagi tutup*, terus Museum Biologi UGM. Kami jalan2 sekalian untuk cari pulsa, abis jalan2 kami kembali ke mess untuk sarapan. Dan di situ sudah tersedia nasgor dan bubur ayam yang melimpah karena memesan terlalu banyak. Bagaimana tidak? Yang dipesan adalah utk 50 orang, padahal orang yg ada paling banyak 25, itu pun termasuk anak2 kecil yg makannya tidak banyak.. Gw pun tak sanggup makan lagi.. :P

Abis sarapan, beberapa dari kami yg akan pulang naik KA (yaitu kami berduabelas) pergi ke stasiun tugu. Kami naik KA Taksaka jam 10 pagi. .huwooo, saya sungguh sangat senang naik KA lagi setelah sekian lama. Di KA, ternyata disediakan makanan: ayam goreng tepung *pake tepung kobe* dan juga oseng tempe.. Akan tetapi nasinya Cuma seiprit.. Tapi takpapalah daripada ga dikasih sama sekali.. Saya juga memesan bistik sapi seharga 25K.. Yah, harganya pas lah, sekalian untuk nostalgia.. Hahaha.. Rasanya tidak banyak berubah. Yg berubah adalah sekarang si bistik udah ditaro di hotplate, bukan Cuma di piring biasa.. Hahahaha..

Kereta berangkatnya ontime, tapi tetep saja sampe tujuannya telat sekitar setengah jam dari jadwal yang tertera pada tiket.. Yah, not so bad lah… saya turun di gambir, dan lalu naik taksi sampai rumah.. =D

It's sooooooooo fun… ketemu dengan sodara2 yg uda lama ga ketemu (ada yg di sby, makasar, dsb. Terus naik kereta api lagi, ngeliat sepupu nikah, dsb…

Semoga jadi keluarga yg sakinah, mawaddah, warahmah ya Mas dan Mba.. :)

Labels:



About me

Categories





Last posts

Archives

Links


ATOM 0.3

Powered by Blogger

make money online blogger templates



My Thoughts On.. is powered by Blogspot and Gecko & Fly.
No part of the content or the blog may be reproduced without prior written permission.